Upacara persemayaman Deden Maulana selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi korban dalam kecelakaan Pesawat ATR 42-500.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti persemayaman almarhum Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada 17 Januari 2026 lalu.
Acara persemayaman jenazah digelar di Auditorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (22/1/2026). Di tengah doa dan pelepasan terakhir, terjadi momen yang menyentuh hati.
Putra almarhum, Asensio Maulana, yang masih berusia enam tahun, tampak berdiri di samping peti jenazah ayahnya dan melantunkan Surat Al-Insyirah.
Tangis keluarga dan rekan kerja pecah saat Asensio dengan tegar membaca Al-Insyirah secara lancar dan penuh penghayatan, sebuah pemandangan yang kemudian menjadi viral di media sosial.
Video YouTube dari kanal resmi KKP menunjukkan betapa khidmat dan emosionalnya momen tersebut, terutama dalam suasana duka yang mendalam.
Lantas bagaimana tafsir surat Al-Insyirah yang dibacakan putra Almarhum Deden Maulana tersebut?
Dalam surat tersebut, Allah SWT berfirman:
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ. وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ. الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ. وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ. فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ. اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ. فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ. وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
Artinya: "Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad), meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu, yang memberatkan punggungmu, dan meninggikan (derajat)-mu (dengan selalu) menyebut-nyebut (nama)-mu? Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah!" (QS Asy'ari [94]:1-8).

3 hours ago
4














































