Mengapa Serangan Balasan Iran ke Yordania dan UEA Sangat Berbeda dan Menyakitkan?

11 hours ago 13

loading...

Serangan balasan Iran ke Yordania dan UEA sangat menyakitkan. Foto/X

TEHERAN - Iran sedang mempersiapkan respons yang lebih agresif terhadap serangan baru AS, dan dapat menyerang target ekonomi serta lokasi militer. Itu diungkapkan Profesor Universitas Teheran, Seyed Mohammad Marandi, kepada RT.

Peringatannya muncul setelah Washington dan Teheran saling melancarkan serangan langsung untuk pertama kalinya sejak akhir Juli, yang kembali memicu permusuhan setelah jeda selama satu bulan.

Pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak di Selat Hormuz pada hari Minggu, dengan klaim bahwa peluncur tersebut sedang bersiap menembakkan roket bermuatan ranjau laut ke jalur perairan vital tersebut. Teheran menyatakan serangan itu menewaskan dan melukai sejumlah tentara serta warga sipil, dan bersumpah akan melakukan pembalasan.

Beberapa jam kemudian, Iran meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke fasilitas militer AS di Yordania, serta mengklaim telah merusak infrastruktur maupun posisi pesawat tempur AS.

Marandi menggambarkan serangan baru AS tersebut sebagai "kesalahan perhitungan fatal" oleh Washington dan menyatakan bahwa Teheran tidak akan menahan diri setelah tewasnya personel militer mereka. Ia memprediksi bahwa respons Iran akan "berbeda dari apa yang pernah terjadi sebelumnya" dan mencakup serangan terhadap aset militer maupun ekonomi.

"Responsnya akan sangat menyakitkan," ujar Marandi, seraya mencatat bahwa hal itu kemungkinan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi AS "dalam beberapa minggu mendatang," dan mungkin memengaruhi pemilihan umum paruh waktu AS.

Marandi mengaitkan perubahan situasi ini dengan tekanan militer dan ekonomi yang dilakukan Washington secara bersamaan terhadap Teheran. Pemerintahan Trump pekan lalu mengumumkan apa yang disebutnya sebagai "serangan ekonomi" terhadap Iran, sementara harga minyak melonjak setelah aksi saling serang terbaru tersebut.

Para pejabat Iran juga telah menjanjikan respons militer yang lebih luas jika terjadi serangan lanjutan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran "tidak mencari perang" namun akan memberikan "tanggapan tegas" terhadap agresi, sementara IRGC memperingatkan bahwa "setiap serangan akan dibalas dengan tanggapan yang jauh lebih dahsyat."

(ahm)

Read Entire Article
Politics | | | |