Misi Sunyi Helikopter Caracal Distribusikan Logistik di Daerah Bencana yang Terisolasi

2 weeks ago 18

Prajurit TNI-AU membagikan bantuan yang didistribusikan dari Helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja di Nagari Ranah Pasisie, Pasaman Barat, Sumatera Barat, Ahad (21/12/2025). TNI-AU melalui Lanud Sutan Sjahrir Padang kembali mendistribusikan 3.000 kilogram logistik untuk korban terdampak banjir bandang di Nagari Ranah Pasisie Pasaman Barat karena akses melalui darat masih sulit dengan jarak tempuh yang jauh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak bencana sering kali menjadi ajang pertaruhan nyawa dan strategi yang menguras energi. Bayangkan sebuah daerah yang akses daratnya terputus total, terkepung oleh reruntuhan tebing dan aliran sungai yang meluap, membuat bantuan logistik yang sangat dinanti seolah tertahan di depan mata namun tak kunjung sampai.

Dalam kondisi seperti ini, jalur udara menjadi satu-satunya napas penyambung hidup, di mana setiap detik penerbangan sangat berarti bagi warga yang kelaparan atau mereka yang tengah meregang nyawa menanti pertolongan medis.

Kabupaten Aceh Tengah secara geografis didominasi oleh dataran tinggi yang merupakan bagian dari gugusan pegunungan Bukit Barisan, dengan kemiringan lereng yang curam dan akses jalan yang berkelok tajam di tepi jurang.

Karakteristik medan yang ekstrem ini membuat wilayah tersebut sangat rentan terhadap longsor; ketika bencana alam melanda pada November 2025 lalu, jalur-jalur utama penghubung antardesa seketika lumpuh tertimbun material tanah dan bebatuan besar. Akibatnya, dusun-dusun terpencil seperti Jamu Konyel di Kecamatan Bintang terputus dari dunia luar, menciptakan isolasi geografis yang mematikan bagi penduduknya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa pengiriman logistik telah dilakukan sejak Jumat (2/1/2026) dan akan terus berlanjut.

Fokus utama pengiriman ini adalah memenuhi kebutuhan dasar mendesak, mencakup beras, makanan siap saji, minyak goreng, gula, serta obat-obatan ringan dan perlengkapan bayi. Logistik ini dirancang untuk memastikan ketahanan pangan warga selama masa isolasi, mengingat stok bahan pokok di warung-warung desa telah habis sejak jalur darat tidak lagi dapat dilalui kendaraan.

Ia menjelaskan bahwa pengiriman lewat udara adalah pilihan mutlak karena kondisi jalan yang benar-benar hancur. Tanpa bantuan alutsista udara, dusun tersebut hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki menembus hutan dan perbukitan selama 16 jam dari pusat kecamatan, sebuah durasi yang mustahil ditempuh untuk distribusi bantuan berskala besar atau evakuasi darurat.

"Kondisi tersebut menyebabkan warga setempat kesulitan memperoleh bantuan logistik dan layanan kesehatan yang memadai," tutur I Nyoman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/1/2026).

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |