Pakar Sebut Perhiasan Emas Bukan Instrumen Terbaik untuk Investasi

2 weeks ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga logam mulia yang terus meroket membuat banyak orang melirik emas sebagai instrumen investasi. Namun, apakah investasi perhiasan emas sama menguntungkannya dengan logam mulia? Menurut perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno, jawabannya tidak.

"Jadi berbeda ya, meskipun sama-sama emas, tapi perhiasan itu memiliki risiko dan biaya yang berbeda dengan logam mulia," kata Mike saat dihubungi Republika, Rabu (7/1/2026).

la menjelaskan, perhiasan emas biasanya memiliki biaya tambahan untuk pembuatan, sehingga harga belinya bisa lebih tinggi dibanding logam mulia dengan berat yang sama. Selain itu, penggunaan sehari-hari dapat menurunkan kualitas perhiasan, misalnya karena goresan atau keringat. Perhiasan juga lebih berisiko hilang.

"Kalau perhiasan emas, bisa hilang saat cuci tangan, terselip, atau bahkan dijambret. Sedangkan emas batangan biasanya disimpan di tempat aman di rumah, enggak dibawa-bawa ke luar, jadi risiko fisiknya lebih minimal," ujar Mike.

Karenanya, menurut Mike, logam mulia tetap menjadi pilihan utama bagi yang ingin berinvestasi emas. "Itu tadi, karena emas logam mulia itu biayanya lebih efisien, risikonya lebih rendah, sehingga fokus investasi lebih terjaga," kata dia.

Meski demikian, Mike menyatakan membeli perhiasan emas bukan hal yang salah. Selain potensi keuntungan jangka panjang, perhiasan emas memberikan kepuasan batin dan nilai sosial, misanya sebagai bagian dari seserahan pernikahan atau simbol status sosial.

"Jadi bukan berarti tidak boleh beli perhiasan emas, konteksnya berbeda. Perhiasan emas untuk kepuasan batin dan pemakaian, sedangkan logam mulia fokus untuk investasi murni," kata Mike.

Menurut Mike, penting bagi calon investor memahami tujuan dan proporsi dalam membeli emas agar sesuai dengan kebutuhan finansial dan strategi investasi. Dengan memahami perbedaan ini, investor bisa memanfaatkan emas secara lebih optimal, baik untuk tujuan investasi maupun sebagai simbol sosial dan emosional.

Read Entire Article
Politics | | | |