Pemerintah Bangun Kembali 3.265 Rumah Tenaga Medis Terdampak Bencana Sumatera

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan percepatan pembangunan kembali rumah tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Langkah ini diambil guna memastikan pemulihan layanan kesehatan pascabencana berjalan optimal, mengingat kesiapan nakes di lapangan sangat bergantung pada stabilitas kondisi pribadi dan keluarga mereka.

Budi menegaskan bahwa sektor kesehatan terus bergerak di bawah koordinasi pemerintah pusat dalam penanganan bencana. Meski target utamanya adalah mengaktifkan kembali layanan kesehatan secara penuh, kendala utama muncul karena banyak tenaga medis yang belum bisa bekerja maksimal akibat tempat tinggal mereka yang turut hancur atau rusak.

“Bagaimana tenaga kesehatan bisa bekerja normal jika rumah mereka sendiri belum normal?” ujar Budi Gunadi Sadikin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Ia menambahkan bahwa meskipun fisik fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) mulai pulih, kepastian tempat tinggal nakes tetap menjadi faktor penentu utama kesiapan layanan di garda terdepan.

Merespons kebutuhan tersebut, Deputi IV Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jarwansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima data resmi dari Kementerian Kesehatan terkait sebaran rumah nakes yang terdampak di tiga provinsi. “Total terdapat 3.265 unit rumah nakes yang terdampak, dengan rincian 3.050 unit di Aceh, 48 unit di Sumatera Utara, dan 167 unit di Sumatera Barat,” jelas Jarwansyah.

Data tersebut kini tengah ditindaklanjuti melalui proses verifikasi oleh tim BNPB bersama tim rehabilitasi dan rekonstruksi tingkat kabupaten/kota. Verifikasi ini diperlukan agar bantuan dapat segera masuk ke dalam Surat Keputusan (SK) di masing-masing daerah. Di beberapa wilayah, seperti Aceh Tengah, proses verifikasi lapangan bahkan telah selesai dilakukan.

Terkait skema bantuan, BNPB membagi bantuan stimulan ke dalam tiga kategori kerusakan. Rumah dengan kerusakan ringan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta, rusak sedang sebesar Rp30 juta, dan rusak berat sebesar Rp60 juta yang diberikan dalam bentuk pembangunan kembali. Penyaluran dana dilakukan secara bertahap bagi daerah yang datanya telah dinyatakan siap dan tervalidasi.

Sejalan dengan hal tersebut, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Wahyu Bintono Hari Bawono, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek fundamental kehidupan para pejuang kemanusiaan tersebut. Menurutnya, stabilitas hidup nakes adalah kunci keberlanjutan layanan publik.

“Pemulihan layanan kesehatan tidak hanya soal memperbaiki fasilitas fisik fasyankes, tetapi juga tentang memastikan para tenaga kesehatan memiliki tempat tinggal yang layak dan stabil agar mereka bisa kembali fokus melayani masyarakat,” pungkas Wahyu.

Read Entire Article
Politics | | | |