Prajurit TNI membawa bahan dinding saat percepatan pembangunan hunian sementara di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026). TNI-AD bersama pemerintah daerah melakukan percepatan pembangunan huntara untuk 117 kepala keluarga penyintas bencana yang rencananya hunian tersebut dapat digunakan dalam dua hari kedepan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah, dengan bantuan personel Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, terus mengebut pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar). Dikutip dari keterangan Tim Media Presiden yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/1/2026), pembangunan huntara tersebut berjalan serentak di delapan lokasi. Sejumlah unit di beberapa titik telah memasuki tahap penyelesaian dan siap huni. Pekerjaan struktur, pemasangan dinding, hingga pembersihan area dipercepat.
Adapun titik pembangunan huntara yang saat ini dikerjakan berada di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam; Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota; serta Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan; Nagari Bungo, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar; Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang; Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman; serta Jorong Kubu Gadang, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pembangunan mencakup pemasangan komponen bangunan, penyelesaian bagian pintu dan jendela, penataan area sekitar unit, serta pengerjaan rangka dan atap di sejumlah titik.
Di beberapa lokasi, bangunan huntara tampak telah berdiri utuh dan memasuki tahap akhir penyempurnaan, sehingga sebagian unit mulai siap untuk dihuni. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menegaskan percepatan pembangunan huntara ini dilakukan untuk memastikan para pengungsi segera memperoleh tempat tinggal sementara yang layak dan aman. Dengan demikian, warga diharapkan dapat kembali beraktivitas secara normal pascabencana.
sumber : Antara

2 hours ago
3












































