REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota DPRD Jabar, Tedy Rusmawan menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) masih memiliki ruang untuk memperkuat peran Masjid Agung Bandung sebagai pusat ibadah, sejarah, dan peradaban umat Islam.
Masjid yang berada di kawasan Alun-Alun Bandung tersebut dinilai menyimpan nilai historis penting yang melekat dengan perjalanan Bandung Raya hingga sejarah nasional.
Tedy mengingatkan, Masjid Agung Bandung bukan sekadar bangunan ibadah, juga saksi berbagai peristiwa penting, termasuk pelaksanaan shalat Dzuhur peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) serta shalat Jumat bersama pemimpin negara peserta KAA pada 1955.
“Masjid Agung memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Ini bagian dari identitas Bandung dan Jawa Barat,” ujar Tedy kepada Republika, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, momentum peringatan KAA harus dimanfaatkan untuk mendorong perhatian lebih serius dari Pemprov Jabar, khususnya melalui dukungan anggaran hibah pada 2027.
Dukungan dibutuhkan untuk penguatan fungsi masjid, perawatan bangunan bersejarah, serta pengembangan aktivitas keumatan dan edukasi sejarah Islam di Jabar.
Tedy juga menekankan pentingnya keterbukaan Pemprov Jabar dalam menerima pengelola dan nadzir Masjid Agung Bandung untuk berdialog secara langsung.
Audiensi tersebut dinilai penting guna membahas keberlanjutan pengelolaan masjid agar tetap relevan dengan kebutuhan umat dan perkembangan kota.
“Pemprov Jabar harus terbuka menerima masukan serta aspirasi nadzir Masjid Agung,” paparnya.
Selain itu, Tedy mendorong pihak nadzir menjalin silaturahim dengan Wali Kota Bandung, mengingat kedekatan lokasi Masjid Agung dengan Pendopo Wali Kota serta kawasan Alun-Alun Bandung yang sangat strategis.
Kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi utama wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, hingga wisatawan luar negeri. Ia menilai, keberadaan Masjid Agung sebagai masjid kebanggaan Jabar sekaligus destinasi wisata religi perlu terus diperkuat.
Aktivitas ibadah seperti shalat berjamaah, majelis taklim, serta berbagai kegiatan keislaman diyakini mampu menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat umat di Jabar.
“Masjid Agung harus menjadi ruang ibadah, edukasi, dan silaturahmi umat. Dengan dukungan semua pihak, masjid ini bisa kembali menjadi ikon spiritual dan sejarah Jabar,” tutup Tedy.

2 hours ago
3















































