Perluas Akses Pembiayaan UMKM via KUR, Sektor Keuangan Perkokoh Ekonomi Nasional

3 hours ago 5

loading...

Foto: Doc. Istimewa

JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis yang hadir dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Peran tersebut dijalankan melalui berbagai solusi Asuransi Umum dan Suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis dan aktivitas dunia usaha, serta melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Per Desember 2025, Askrindo telah memberikan dukungan terhadap 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai proyek sekitar Rp261,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai sekitar Rp143,2 triliun, sementara 496 proyek lainnya merupakan proyek pada sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun.

Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza mengatakan, peran Askrindo tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memberikan manfaat bagi perekonomian secara lebih luas.

“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM,” ujar Leonardo.

Dukungan Askrindo terhadap PSN antara lain mencakup Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Aset Medan-Binjai Tol, pembangunan perumahan di IKN, Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.

Keterlibatan dalam berbagai proyek strategis tersebut turut memperkuat posisi Askrindo sebagai perusahaan yang memiliki kapasitas dalam memberikan solusi asuransi dan penjaminan untuk kebutuhan proyek bernilai besar.

Kapasitas Commercial Line Askrindo mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42% dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp20,1 triliun. Peningkatan fasilitas tersebut sejalan dengan meningkatnya kepercayaan mitra perbankan terhadap Askrindo.

Read Entire Article
Politics | | | |