Pertumbuhan Kendaraan Listrik Global Diprediksi Melambat pada 2026

2 hours ago 4

Ruang kemudi truk Mitsubishi Fuso tipe Fighter X FM65F saat dipamerkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). Mitsubishi memperkenalkan lima display unit pada GIIAS 2025, diantaranya Mitsubishi Fuso Fighter X FM65F Tractor Head 4x2 untuk industri logistik, EV Mobile Charger Canter FE 71, truk modifikasi Canter, Bus FR 84 G BC, dan eCanter Truk full listrik ramah lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendaftaran kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global tumbuh 20 persen sepanjang tahun lalu, namun diperkirakan melambat pada 2026. Data yang dirilis Rabu (14/1/2026) menunjukkan perlambatan di China serta pelonggaran target elektrifikasi di berbagai negara menyebabkan kenaikan penjualan pada Desember menjadi yang terendah sejak Februari 2024.

Pendaftaran bulanan kendaraan listrik, termasuk mobil listrik berbasis baterai dan plug-in hybrid, kembali menurun di Amerika Utara setelah berakhirnya skema insentif pajak EV di Amerika Serikat pada Oktober. Hal itu disampaikan perusahaan konsultan Benchmark Mineral Intelligence (BMI).

Perubahan kebijakan yang drastis, termasuk pembalikan arah Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap elektrifikasi serta pelonggaran standar emisi di Uni Eropa, mengguncang pasar EV global sepanjang 2025 hingga menciptakan “lanskap yang nyaris tidak dapat dikenali lagi,” kata Manajer Data BMI Charles Lester.

Persaingan yang semakin ketat di Eropa dan melandainya permintaan di China diperkirakan akan memperuncing perdebatan antara pendukung elektrifikasi—yang menekankan urgensi menekan emisi CO₂ pemicu pemanasan global—dan produsen otomotif yang menilai transisi cepat berisiko terhadap lapangan kerja dan keuntungan.

Pendaftaran EV global, yang menjadi proksi penjualan, naik 6 persen menjadi hampir 2,1 juta unit pada Desember. Secara kumulatif, total kendaraan listrik yang terdaftar mencapai 20,7 juta unit sepanjang 2025.

sumber : REUTERS

Read Entire Article
Politics | | | |