REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Sejumlah petani di berbagai daerah di Kabupaten Indramayu selama ini memiliki kebiasaan memasang aliran listrik di areal persawahan untuk membunuh tikus. Padahal, tindakan itu sudah dilarang karena berbahaya bisa menghilangkan nyawa petani maupun binatang.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim pun kembali mengingatkan petani untuk tidak melakukan hal tersebut. Ia menyatakan, memasang jebakan tikus dengan aliran listrik sangat berbahaya.
“Saya menghimbau kepada seluruh petani di Indramayu untuk tidak memasang jebakan listrik untuk tikus di sawah-sawah. Karena itu jelas melanggar aturan, berbahaya sekali,” tukas Lucky, dalam video resminya yang dikutip Republika, Senin (19/1/2026).
Lucky mengungkapkan, selama ini masih ada beberapa petani yang memasang jebakan tikus dengan menggunakan aliran listrik. Padahal, tindakan tersebut sudah banyak memakan korban jiwa.
“Jangankan manusia, kerbau saja sampai mati kena listrik,” ucap Lucky.
Kekhawatiran Lucky akan bahaya jebakan listrik tak hanya pada warganya, namun juga ribuan mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) yang kini sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Indramayu. Ia berharap pra mahasiswa berhati-hati saat turun ke sawah.
“Buat para peserta KKN dari Unpad, harap berhati-hati barangkali masih ada jebakan listrik yang nyala. Teman-teman dari Unpad tidak tahu (adanya jebakan listrik), turun ke sawah, kesetrum, Naudzubillahi mindzalik,” tukas Lucky.
Untuk itu, Lucky mewanti-wanti kepada para petani untuk tidak lagi memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik. Hal itu untuk mencegah timbulnya korban jiwa, baik bagi petani maupun mahasiswa yang melaksanakan KKN.
“Sekali lagi syaa memohon kepada para petani untuk tidak memasang perangkap listrik untuk menjebak tikus. Dan kepada mahasiswa KKN hati-hati barangkali masih ada setrum yang masih menyala (di sawah),” kata Lucky.
Seperti diketahui, jebakan tikus yang menggunakan aliran listrik telah berulang kali memakan korban di Kabupaten Indramayu. Salah satunya yang menimpa dua orang petani di Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, pada Oktober 2025 silam.
Dalam kejadian itu, dua orang petani tewas tersengat listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di areal sawah. Mereka adalah Tatang (46) dan Suwandi (45).
Selang sebulan kemudian, seekor kerbau peliharaan warga bernama Ki Soya (95), asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, juga mati tersengat jebakan listrik di sawah. Peristiwa yang terjadi pada November 2025 itu sempat viral hingga membuat Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, turun tangan.
Selain di Kecamatan Gantar, kebiasaan memasang aliran listrik di sawah sebagai jebakan tikus juga dilakukan para petani di daerah lainnya di Kabupaten Indramayu. Hal itulah yang memicu kekhawatiran terhadap ancaman keselamatan terhadap siapapun yang beraktivitas di sawah.

2 hours ago
2














































