REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah menyatakan menambah petugas haji dari unsur TNI/Polri hingga 100 persen sebagai upaya untuk memperkuat layanan bagi jamaah. Khususnya, jamaah lanjut usia, pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Tahun kemarin petugas dari TNI dan Polri ada 70 orang sekian. Hari ini kita tambah menjadi 170 sekian, jadi 100 persen lebih dalam rangka untuk memastikan pelayanan kepada jamaah haji, pelayanan terbaik,” ujar Menhaj RI Mochammad Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Irfan Yusuf mengatakan penambahan petugas merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan kepada jamaah calon haji semakin optimal.
Selain meningkatkan jumlah personel dari unsur keamanan, Kemenhaj juga memberi perhatian khusus pada aspek kesehatan jamaah.
“Tenaga kesehatan ditambah, tetapi yang lebih penting lagi adalah pemeriksaan kesehatan awal yang harus dilakukan lebih serius,” ujar Irfan.
Disinggung jumlah penambahan tenaga kesehatan, Irfan belum memegang angka pasti. Namun, ia menegaskan penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama, seiring dengan tingginya jumlah jamaah lansia.
“Nakes-nya saya angkanya belum tahu persis,” katanya.
Di sisi lain, Irfan menilai pelaksanaan diklat calon petugas haji yang telah berlangsung selama beberapa hari di Asrama Haji Pondok Gede berjalan dengan lancar. Diklat tersebut tidak hanya menyiapkan aspek pengetahuan, tetapi juga fisik dan mental para petugas.
“Salah satu tujuan dari petugas adalah fisik disiapkan, disiplin disiapkan, kemudian pengenalan medan disiapkan, kemudian pengetahuan tentang haji disiapkan, bahasa Arab disiapkan,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan para calon petugas haji 2026 dilarang untuk "melayani atasan" ketika bertugas di Tanah Suci nanti, melainkan fokus mutlak melayani jamaah.
"Petugas haji bukan melayani pimpinan instansinya. Anda tidak melayani pejabat kementerian, anda tidak melayani pejabat negara. Yang anda layani adalah jamaah haji," ujar Menhaj Irfan Yusuf.
Pria yang akrab dipanggil Gus Irfan itu menekankan bahwa di lapangan nanti tidak ada lagi sekat instansi, baik itu petugas dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Agama (Kemenag), TNI, Polri, maupun ormas Islam, dan lainnya, namun semuanya melebur dalam satu identitas yaitu petugas haji Indonesia.
sumber : Antara

3 hours ago
4















































