REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan sumber daya minyak dan gas bumi dengan perkiraan Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) dari pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur. Temuan ini dicapai melalui kegiatan eksplorasi yang dijalankan afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.
Pengeboran sumur MDP-1x menjadi bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE untuk mempercepat potensi produksi dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang telah memasuki fase matang. Pendekatan ini ditempuh di tengah keterbatasan area kerja dengan mengadopsi konsep serta pendekatan geologi terkini.
Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng mengatakan temuan tersebut mencerminkan konsistensi eksplorasi di wilayah mature. “Temuan sumber daya kontinjensi sekitar 106 MMBOE ini diharapkan dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
PHM sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018 terus melanjutkan aktivitas eksplorasi. Enam sumur eksplorasi telah dibor, dengan empat di antaranya mencatatkan discovery, termasuk MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu temuan signifikan di wilayah kerja tersebut.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto menyampaikan pengembangan lanjutan akan segera dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi. “Pengembangan MDP-1x diarahkan untuk mendorong peningkatan produksi berkelanjutan sekaligus memperkuat rasio cadangan terhadap produksi atau reserve to production (RtoP) PHI,” katanya.
Sumur MDP-1x dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus lapisan Formasi Yakin. Target utama formasi tersebut hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi. Namun, evaluasi lanjutan mengidentifikasi potensi menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Hasil uji alir pada zona SCS menunjukkan kemampuan produksi yang baik. Dengan interval uji sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari serta produksi gas 5 juta kaki kubik standar per hari. Hasil ini menegaskan potensi lapangan mature ketika dikelola dengan inovasi dan teknologi yang tepat.
Kinerja eksplorasi tersebut melengkapi capaian Subholding Upstream Pertamina sepanjang 2025, termasuk keberhasilan sumur BNG-064 dan BNG-067 di Adera Field serta pengeboran eksplorasi onshore Jawa Barat. PHE juga mencatatkan temuan besar pada 2024 di Sulawesi Tengah dengan sumber daya in place gas lebih dari 1,8 triliun kaki kubik.

2 weeks ago
15















































