Prabowo Kembali Sindir Direksi BUMN Rugi yang Minta Tantiem

3 hours ago 2

Presiden Prabowo Subianto kembali menyindir keras direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang mencatatkan kerugian tetapi tetap meminta tantiem. Sindiran tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN — Presiden Prabowo Subianto kembali menyindir keras direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang mencatatkan kerugian tetapi tetap meminta tantiem. Sindiran tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Presiden menilai praktik tersebut mencerminkan persoalan mendasar dalam tata kelola BUMN dan bertentangan dengan semangat pengabdian kepada negara. Ia menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi manajemen yang tidak amanah di tengah tuntutan memperkuat kemandirian energi dan ekonomi nasional.

“BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya,” kata Prabowo.

Kepala Negara menyampaikan pemerintah telah memberi tugas kepada Kepala Danantara bersama para menteri terkait untuk membersihkan seluruh BUMN dari praktik tidak sehat. Ia menilai masih banyak figur profesional yang siap menggantikan jajaran direksi yang tidak mampu menjalankan amanah dengan baik.

Prabowo menekankan posisi direksi BUMN bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan tanggung jawab mengelola kekayaan negara. Ia mengingatkan pengelolaan yang buruk akan merusak kepercayaan publik dan menghambat upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Kalau enggak mau, kalau enggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan,” ujarnya.

Dalam peresmian RDMP Balikpapan, Prabowo juga mengaitkan persoalan integritas BUMN dengan agenda besar swasembada energi. Ia menilai selama ini kegagalan bukan terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan lemahnya kemauan dan adanya praktik manipulasi di level manajemen.

Presiden mengingatkan Indonesia memiliki cadangan energi yang besar, mulai dari batu bara, minyak dan gas, hingga potensi energi terbarukan. Proyek RDMP Balikpapan diposisikan sebagai langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berdaulat.

Prabowo juga menyinggung praktik mark-up sebagai bentuk penipuan dan pencurian yang mencederai kepercayaan rakyat. Dengan dukungan teknologi, ia menilai praktik semacam itu akan mudah terdeteksi dan harus dihentikan sepenuhnya.

Presiden mengajak seluruh jajaran BUMN, terutama Pertamina, meneladani kepemimpinan yang memberi contoh dan menjunjung tinggi nasionalisme. Ia menyebut keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh integritas pemimpin yang berada di barisan terdepan.

Read Entire Article
Politics | | | |