REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah wilayah Jakarta dilaporkan dilanda banjir pada akhir pekan lalu, tepatnya Ahad (18/1/2026). Banjir yang disebabkan cuaca ekstrem itu mayoritas mengepung wilayah Kepala Gading dan Gunung Sahari.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan yang terjadi pada akhir pekan lalu itu merupakan yang tertinggi dalam setahun terakhir. Menurut dia, curah hujan itu adalah yang tertinggi selama dirinya menjabat sebagai gubernur Jakarta.
"Jadi memang hari Sabtu Minggu itu curah hujannya tertinggi selama 1 tahun, hampir 1 tahun saya menjabat sebagai gubernur Jakarta," kata dia di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan di delapan titik wilayah Jakarta Utara, curah hujan di Jakarta pada akhir pekan lalu mencapai 280 mm. Menurut dia, curah hujan di atas 200 mm merupakan hal yang sangat jarang terjadi di Jakarta.
"Jadi artinya selama ini di Jakarta hampir jarang sekali di atas 200. Kemarin di 8 titik itu semuanya di atas 200, hujan berlangsung kurang lebih 8 jam, dan banjir memang yang pengaruhnya paling besar itu ada di Jakarta Utara yang paling utama," kata dia.
Ia menyebutkan, dua wilayah yang paling terdampak banjir pada akhir pekan lalu adalah Kelapa Gading dan Gunung Sahari. Pasalnya, air bertahan cukup lama di dua wilayah itu.
Menurut dia, salah satu penyebab banjir tak cepat surut di dua wilayah tersebut karena ketika itu juga terjadi banjir rob. Alhasil, penyedotan yang dilakukan menggunakan pompa tidak optimal.
Padahal, Pemprov Jakarta disebut telah mengerahkan seluruh pompa yang dimiliki. Bahkan, Pemprov Jakarta juga melakukan penyedotan menggunakan pompa milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Namun, banjir tak kunjung surut.
"Sehingga dengan begitu, pengalaman kemarin memang selalu kalau banjirnya bersamaan atau curah hujan yang tinggi, karena cuaca ekstrem dan kemudian karena rob, akhirnya tidak bisa turun. Ada dua daerah yang dampaknya paling panjang, Kelapa Gading dan di daerah Gunung Sahari ini. Itu yang tentang banjir," kata dia.
Diketahui, pada Ahad kemarin, terdapat setidaknya 48 RT dan 29 ruas jalan yang kebanjiran. Banjir di wilayah Jakarta baru benar-benar surut pada Senin (19/1/2026) pagi.

2 hours ago
6















































