Program Studi Pariwisata UBSI, Siapkan Profesional di Industri Wisata yang Terus Berubah

2 weeks ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pariwisata kerap disalahpahami sebagai jurusan paling santai. Kuliahnya dianggap sekadar jalan-jalan, mengabadikan foto estetik, lalu bekerja sambil liburan.

Kenyataannya, dunia pariwisata jauh lebih kompleks dari sekadar menikmati matahari terbenam. Pariwisata adalah industri, dan setiap industri menuntut profesionalisme.

Program Studi Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) hadir untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pariwisata sebagai sebuah ekosistem. Di dalamnya ada manusia, budaya, bisnis, dan keberlanjutan yang saling terhubung. Pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara asal, melainkan membutuhkan perencanaan, strategi, dan kepekaan sosial.

Salah satu anggapan keliru yang sering muncul adalah bahwa lulusan Pariwisata hanya bekerja di hotel. Faktanya, prospek kerja lulusan Pariwisata sangat luas.

Alumni dapat berkarir sebagai pengelola destinasi wisata, travel consultant, event organizer, tourism marketing, hingga berperan di sektor industri kreatif dan instansi pemerintahan yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata.

Di era digital, lulusan Pariwisata juga banyak terlibat dalam pengelolaan konten promosi wisata, pemasaran destinasi berbasis media sosial, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas. Perkembangan teknologi membuka peluang baru sekaligus menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi.

Pariwisata bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga manajemen dan komunikasi. Di balik pengalaman wisata yang berkesan, terdapat perencanaan layanan, strategi pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, serta komunikasi lintas budaya yang matang. Mahasiswa Pariwisata UBSI mempelajari bagaimana memahami kebutuhan wisatawan tanpa mengabaikan nilai lokal dan kepentingan masyarakat setempat.

Kemampuan komunikasi menjadi kompetensi penting. Berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai latar belakang menuntut empati, kepekaan budaya, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat.

Industri pariwisata juga dikenal sebagai sektor yang dinamis dan terus berubah. Pandemi pernah menjadi ujian besar, sekaligus penanda bahwa hanya pelaku yang adaptif yang mampu bertahan. Pariwisata kini tidak lagi hanya menjual destinasi, tetapi pengalaman. Konsep keberlanjutan, digitalisasi layanan, dan pariwisata berbasis komunitas menjadi arah pengembangan ke depan.

Mahasiswa Program Studi Pariwisata UBSI didorong untuk memahami perubahan tersebut secara kritis. Bukan sekadar mengikuti tren, tetapi membaca dampaknya bagi masyarakat, budaya, dan lingkungan.

Program studi ini cocok bagi mereka yang senang bertemu orang baru, tertarik pada keberagaman budaya, dan siap bekerja di industri yang menuntut fleksibilitas serta kerja tim. Pariwisata bukan jurusan yang serba nyaman, melainkan ruang belajar bagi mereka yang siap menghadapi tantangan lapangan dan situasi tak terduga.

Melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis praktik, Program Studi Pariwisata di UBSI membekali mahasiswa dengan pemahaman industri, keterampilan manajerial, serta kemampuan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI mendorong mahasiswa Pariwisata memanfaatkan teknologi dalam promosi, pengelolaan, dan pengembangan destinasi wisata. Pariwisata masa depan bukan hanya tentang tempat yang indah, tetapi tentang pengalaman yang dirancang secara cerdas, inklusif, dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, pariwisata bukan soal liburan. Pariwisata adalah tentang bagaimana orang datang, merasa dihargai, lalu pulang membawa cerita.

Read Entire Article
Politics | | | |