Progres Flyover Latumenten Capai 55 Persen, Perlintasan Sebidang akan Ditutup Permanen

6 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat, ditargetkan rampung pada Desember 2026. Proyek senilai Rp259 miliar itu diproyeksikan mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen di kawasan Grogol dan sekitarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat progres pembangunan flyover yang melintas di atas perlintasan kereta sebidang tersebut telah mencapai 55,2 persen hingga Kamis (2/7/2026).

Anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengatakan, pembangunan flyover tersebut berawal dari aspirasi warga yang mengeluhkan kemacetan akibat padatnya perlintasan kereta api di kawasan Latumenten.

“Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti,” kata Kenneth, Kamis.

Kenneth mengatakan, usulan pembangunan flyover muncul saat dirinya melakukan reses pada 2024. Menurut dia, warga meminta solusi untuk mengatasi kemacetan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat,” ujar Kenneth.

Menurut Kenneth, selain flyover, Pemprov DKI Jakarta juga membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dilengkapi fasilitas ramah disabilitas. JPO tersebut akan terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, termasuk KRL Commuter Line dan Transjakarta.

“Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga,” kata Kenneth.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Flyover Latumenten menjadi salah satu proyek prioritas untuk mengatasi kemacetan di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan sekitarnya.

“Sekarang ini progresnya sudah 55,2 persen, budget-nya Rp259 miliar. Ini salah satu proyek prioritas Pemerintah DKI Jakarta yang saya harapkan akan bisa selesai tanggal 15 Desember tahun 2026 ini,” kata Pramono saat meninjau proyek tersebut.

Pramono menambahkan, setelah flyover beroperasi, perlintasan kereta sebidang di bawahnya akan ditutup permanen guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mengurangi risiko kecelakaan antara kereta dan kendaraan bermotor.

“Sehingga dengan demikian, siapa pun harus naik ke atas. Karena supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi pada waktu itu,” ujar Pramono.

Read Entire Article
Politics | | | |