Anak-anak Palestina bermain di kamp darurat untuk para pengungsi di Zawayda, Jalur Gaza, Selasa (18/11/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Penulis Israel Efraim Ganor membahas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama pertemuan yang baru-baru ini diadakan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di resor Mar-a-Lago di Florida, dengan menganggapnya sebagai pertanda yang mengkhawatirkan bagi Israel.
Dalam artikel yang diterbitkan surat kabar Israel Maariv, Ganor menyatakan kegembiraan para pendukung Netanyahu atas sambutan hangat dan pujian dari Presiden AS tidak boleh menutupi isyarat samar mengenai sejumlah masalah pelik, terutama peran Turki dalam masa depan Jalur Gaza dan penolakan agenda sayap kanan Israel di Tepi Barat.
Dia menegaskan bahwa puncak pujian dan sanjungan selama pertemuan itu adalah pernyataan mengejutkan "Tanpa Netanyahu, Israel tidak akan ada hari ini".
Pernyataan ini kemungkinan besar akan menjadi bagian dari kampanye Netanyahu dalam pemilihan umum mendatang dan akan ditampilkan di papan iklan di berbagai penjuru Israel.
Menurut penulis, sayangnya tidak ada yang berbisik di telinga Trump bahwa jika bukan karena Netanyahu, kita tidak akan mengalami dua tahun terburuk dalam sejarah kita setelah bencana 7 Oktober.
Penulis berpendapat bahwa satu-satunya masalah di mana Trump menunjukkan dukungan penuh Amerika Serikat kepada Israel adalah konfrontasi dengan Iran, tetapi dalam hal masalah lain, seperti Gaza, Suriah, Lebanon, dan Tepi Barat, tidak ada alasan yang nyata untuk optimis.
Efraim Ganor mengatakan hal terburuk yang dapat menanti Israel di masa mendatang adalah kembalinya Turki ke Jalur Gaza setelah 108 tahun sejak berakhirnya Perang Dunia I, meskipun Presiden Trump tidak secara eksplisit menyinggung hal ini selama pertemuan tersebut.
Menurut penulis, keberhasilan Turki mendapatkan pijakan di Gaza, yang berjarak beberapa kilometer dari jantung Israel, memiliki implikasi yang sangat mengkhawatirkan, bertentangan dengan pernyataan Trump yang mencoba menenangkan kekhawatiran dengan mengatakan, "Bibi menghormati Erdogan."
Penulis bertanya: "Bagaimana senjata Hamas akan dilucuti sesuai janji Trump jika Turki adalah kekuatan yang mendominasi di Gaza? Adakah yang benar-benar percaya bahwa Erdogan akan melucuti senjata Hamas?"

2 weeks ago
19















































