Puncak Arus Balik, One Way Diberlakukan di Jalur Arteri Garut

13 hours ago 3

loading...

Arus lalu lintas di jalur arteri Garut, Jawa Barat diberlakukan sistem one way sepanjang 5 kilometer, Sabtu (5/4/2025) sore. FOTO/Il SOLIHIN

GARUT - Arus lalu lintas di jalur arteri Garut , Jawa Barat, Sabtu (5/4/2025) sore, diberlakukan sistem one way sepanjang 5 kilometer. Rekayasa lalu lintas ini dimulai dari Simpang Empat Anwar Musadad atau Simpang Gobing hingga Tutugan Leles untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Tim Urai Satuan Lalu Lintas Polres Garut terus melakukan himbauan kepada pengendara saat sistem one way diterapkan. Hal ini dilakukan mengingat volume kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung yang melewati jalur arteri Kadungora semakin meningkat, terutama di Simpang Empat Gobing yang kembali mengalami kepadatan.

Meningkatnya jumlah kendaraan bertepatan dengan puncak arus balik Lebaran, sehingga kepadatan tak dapat dihindari, khususnya di Simpang Empat Gobing. Untuk mengatasi situasi ini, petugas telah memberlakukan one way sebanyak dua kali.

Namun, penerapan one way di jalur ini menghadapi tantangan tersendiri. Salah satu kendala terjadi di kawasan Warung Peteuy menuju Tutugan Leles, di mana kondisi jalan yang berkelok mengharuskan pengendara lebih berhati-hati karena rawan kecelakaan.

Kanit Gakkum Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Ipda Marlina, menyatakan bahwa arus lalu lintas meningkat sejak kemarin, sehingga sistem one way telah diterapkan dua kali dengan penutupan di Simpang Empat Gobing. "One way akan kembali diberlakukan bila jalur ini terus mengalami kepadatan," ujar Ipda Marlina, Sabtu (5/4/2025).

Petugas kepolisian terus memantau perkembangan arus lalu lintas di jalur ini dan mengimbau para pengendara untuk tetap waspada serta mematuhi arahan petugas demi kelancaran perjalanan.

Hujan Deras Guyur Pantura Cirebon

Sementara itu, Jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat terpantau ramai lancar dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di tengah guyuran hujan, Sabtu (5/4/2025) siang. Pemudik didominasi roda dua yang membawa muatan berlebih meski saat ini kondisinya diguyur hujan.

Berdasarkan pantauan siang menjelang sore, arus lalu lintas di Pantura Cirebon terpantau macet dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah imbas diberlakukannya sistem one way di KM 414 hingga 72. Sedangkan di arah sebaliknya, dari Jawa Tengah menuju Jakarta terpantau ramai lancar meski ada kepadatan di sejumlah titiknya, mulai dari kawasan Harjamukti, Kedawung, Plumbon, Palimanan, hingga Arjawinangun.

Para pemudik yang hendak kembali ke Jakarta dari Jalur Pantura Cirebon didominasi kendaraan roda dua, meski ada pula kendaraan roda empat, khususnya mobil pribadi. Namun, sangat memprihatinkan karena masih banyak pengemudi roda dua yang membawa muatan berlebih dalam perjalanannya ke Jakarta.

Bahkan, ada pengemudi roda dua yang membawa 3 penumpang, dua anak kecil dan satu orang dewasa. Terlebih, meski telah membawa penumpang berlebih, dia juga membawa barang bawaan dengan diikat kayu dan tali di bagian belakang motor. Hal itu tentu bisa mengganggu konsentrasi dalam berkendara dan berisiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Saat ini, cuaca di kawasan jalur Pantura Cirebon, tepatnya di kawasan Palimanan, Arjawinangun, hingga ke Tegalgubug kondisinya diguyur hujan. Namun, intensitas hujannya masih tergolong ringan sehingga tak sedikit pemudik roda dua yang tetap melanjutkan perjalanannya.

(abd)

Read Entire Article
Politics | | | |