REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian (PVTPP Kementan) mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas serta soft launching aplikasi Siperintis. Langkah ini untuk menegaskan kembali komitmen PVTPP dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Pada kesempatan ini, Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi mengatakan, deklarasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah praktik korupsi, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini langkah strategis yang menunjukkan komitmen tinggi kita untuk mewujudkan perilaku yang menjauhi korupsi. Integritas harus diterapkan tidak hanya di kantor, tetapi juga di rumah,” ujar Suwandi, Jumat (23/1/ 2026).
Ia menekankan, sebagai abdi negara dan abdi rakyat, seluruh pegawai Kementan wajib menjalankan amanah secara tegak lurus serta memberikan pelayanan prima yang berlandaskan nilai-nilai BerAKHLAK.
Menurut Suwandi, penerapan sistem digital seperti aplikasi Siperintis menjadi bagian penting dalam membangun sistem kerja lebih transparan, akuntabel, dan efisien khususnya di tengah bertambahnya jumlah personel pegawai Kementan seiring bergabungnya tenaga penyuluh.
“Memang tidak mudah, tetapi dengan diluncurkannya Siperintis, beban kerja akan semakin ringan dan sistem pengumpulan data menjadi lebih baik dalam kerangka besar teknologi informasi,” katanya.
Suwandi berharap Pusat PVTPP menjadi role model bagi unit kerja lain di lingkungan Kementan dalam membangun layanan publik terintegrasi dan profesional. “Saya menaruh harapan agar apa yang dikakukan ini jadi contoh nyata bagi pelayanan di unit lain,” katanya.
Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati menjelaskan, deklarasi pembangunan zona integritas ini merupakan yang keempat kalinya sejak dilaksanakan pada 2023 sebagai bentuk konsistensi PVTPP dalam mewujudkan WBK.
“Pada tahun ini, kami mohon doa dan dukungan agar PVTPP dapat mengikuti ajang WBK nasional yang akan dibimbing langsung oleh Inspektorat Jenderal Kementan,” ungkap Leli.
Ia menegaskan, integritas merupakan modal utama dalam memberikan layanan yang kredibel kepada masyarakat.
Melalui aplikasi Siperintis (Sistem Pelayanan Perlindungan Varietas dan Perizinan Pertanian Terintegrasi), PVTPP berupaya memperkuat pencegahan korupsi dengan sistem pelayanan berbasis digital yang transparan.
“Siperintis tidak hanya memberikan layanan secara online, juga membuka ruang pengawasan publik terhadap kinerja petugas kami. Sistem ini mampu menghemat waktu dan memiliki fitur-fitur pencegahan korupsi,” jelasnya.
Leli berharap capaian yang telah diraih PVTPP menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat budaya integritas dan komitmen anti korupsi di lingkungan Kementan. “Apa yang kita lakukan harus ditingkatkan demi pelayanan yang lebih baik dan berintegritas,” jelasnya.

2 hours ago
3















































