Respons Kebijakan Tarif Trump, Kadin: Pintu Negosiasi Masih Terbuka

18 hours ago 4

loading...

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengeluarkan sejumlah pernyataan merespons kebijakan tarif resiprokal AS. FOTO/Dok.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (2/4) mengumumkan kebijakan tarif resiprokal terhadap negara-negara yang dinilai tak adil dalam perdagangan dengan Amerika. Dalam kebijakan tersebut, AS menerapkan tarif tinggi ke sejumlah negara, termasuk Indonesia yang dikenai tarif impor 32%.

Merespons kebijakan AS tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan sejumlah hal. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam pernyataannya mengatakan, keputusan Presiden Trump tersebut adalah pernyataan pembuka, sehingga pintu negosiasi bagi Indonesia masih terbuka.

"AS adalah mitra bisnis strategis Indonesia. Hal itu tercermin dalam neraca perdagangan kedua negara dan investasi. Hubungan Indonesia dan AS adalah hubungan saling membutuhkan. Saya yakin, kita bisa melakukan negosiasi dengan AS, antara lain karena posisi geopolitik dan geokonomi Indonesia," ungkap Anindya dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (3/4/2025).

Terkait dengan itu, Anindya menilai, pernyataan Presiden Trump baru merupakan pernyataan pembuka yang berarti pintu negosiasi masih terbuka. Posisi Indonesia yang sangat strategis di Kawasan Pasifik, kekuatan ekonomi Indonesia sebagai bagian dari ASEAN, kedudukan Indonesia sebagai anggota APEC yang strategis, serta sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan pimpinan negara nonblok menurutnya tentu akan menjadi pertimbangan bagi Trump.

Lebih lanjut, Anindya menegaskan bahwa Kadin mendukung keputusan pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan berbagai langkah strategis menghadapi penerapan tarif resiprokal AS dan melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS. "Komunikasi yang intens dengan Pemerintah AS di berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS adalah langkah yang tepat," tegasnya.

Kadin juga menilai pentingnya kerja sama Indonesia dengan negara-negara anggota ASEAN untuk memperjuangkan kepentingan bersama terkait kebijakan AS tersebut. Kadin, kata dia, mengapresiasi langkah pemerintah yang telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku pemegang Keketuaan ASEAN untuk mengambil langkah bersama.

"Sepuluh negara anggota ASEAN terdampak pengenaan tarif AS. Sejalan dengan upaya Pemerintah, Kadin tentu akan berdiskusi intens dengan mitranya di ASEAN maupun APEC Business Advisory Council sebagai medium dunia usaha regional," imbuhnya.

Terkait upaya negosiasi ke depan, Anindya menambahkan bahwa guna memperkuat komunikasi kedua negara, perlu ada figur yang bisa berperan sebagai duta besar Indonesia di AS, sembari proses diplomatik pemilihan duta besar berlangsung.

Di bagian lain, imbuh dia, Kadin Indonesia akan menggunakan jalur hubungan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber of Commerce) yang sudah terjalin baik selama ini. Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto di November 2024, kata dia, Kadin Indonesia telah bertemu dengan US Chamber of Commerce untuk mengantisipasi kebijakan ekonomi Presidenan Trump yang ke-2, dan mulai membangun fondasi B2B sebagai mitra sejawatnya.

Read Entire Article
Politics | | | |