Robot Humanoid Meluas, AI Mulai Mengubah Struktur Ekonomi Dunia

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penguasaan 39 persen pasar robot humanoid global dengan pengiriman lebih dari 5.100 unit sepanjang 2025 menandai pergeseran struktur ekonomi dunia menuju pemanfaatan kecerdasan buatan berwujud (embodied AI) sebagai penggerak baru produktivitas lintas sektor.

Dominasi tersebut tercatat dalam laporan General-Purpose Embodied Intelligence Robot 2026 yang menempatkan AGIBOT sebagai pemimpin global dalam pengiriman dan pangsa pasar robot humanoid. Sepanjang tahun lalu, perusahaan ini memproduksi massal hingga unit humanoid ke-5.168, mencerminkan kesiapan manufaktur skala industri serta akselerasi komersialisasi AI berwujud.

Pendiri sekaligus Komisaris dan CEO AGIBOT Deng Taihua mengatakan capaian produksi massal menjadi fondasi penting bagi ekspansi teknologi AI ke aktivitas ekonomi riil. “AGIBOT mencatat kemajuan signifikan dalam meningkatkan produksi massal dan penerapan embodied robotics secara praktis sepanjang tahun lalu. Hal ini ditandai dengan pencapaian produksi robot humanoid massal ke-5.000 pada akhir tahun. Tonggak ini, bersama pencapaian lainnya, menempatkan AGIBOT pada posisi yang sangat kuat dalam memasuki tahun 2026,” ujar Deng Taihua, dikutip dari siaran pers, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, penerapan AI tidak lagi terbatas pada sistem digital, tetapi telah hadir dalam bentuk fisik yang terlibat langsung dalam proses produksi dan layanan. “Peluncuran AGIBOT di Malaysia hari ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan produksi massal dan penerapan praktis robotika berwujud kepada pelanggan di kawasan ini,” kata Deng Taihua.

Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan pola ekonomi global ketika robot humanoid mulai digunakan di sektor manufaktur, logistik, layanan, hingga kawasan perkotaan. AGIBOT mengembangkan robot dengan pendekatan pembelajaran penguatan di dunia nyata, sehingga proses pelatihan dan operasional dapat dilakukan langsung di lingkungan fisik, bukan hanya melalui simulasi.

Presiden Asia-Pacific & Middle East Region AGIBOT Abel Deng menilai Asia-Pasifik akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi AI berikutnya. “Tahun ini, bersama para mitra regional, kami akan mempercepat pengembangan ekosistem embodied robotics di Asia-Pasifik serta menghadirkan produk dan solusi embodied robotics untuk berbagai skenario komersial closed-loop yang lebih luas,” ujarnya.

Dari sisi regional, kolaborasi pengembangan AI dan robotika di Malaysia dinilai berpotensi mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi. Chairman I-Berhad Tan Sri Lim Kim Hong menyebut integrasi AI, robotika, dan investasi akan membentuk fondasi ekonomi baru. “Kami meyakini inisiatif strategis antara AGIBOT dan I-Berhad ini akan mendorong visi Malaysia untuk menjadi pusat inovasi AI regional melalui pengembangan terintegrasi yang mencakup teknologi, tata kelola, talenta, infrastruktur, dan investasi,” ujarnya.

Meluasnya penggunaan robot humanoid memperlihatkan arah baru ekonomi global, ketika kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan efisiensi digital, tetapi juga mengubah struktur produksi, layanan, dan produktivitas melalui kehadiran fisik AI di dunia nyata.

Read Entire Article
Politics | | | |