Sejumlah pengamat menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS tidak terutama disebabkan oleh isu masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ke jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pengamat menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS tidak terutama disebabkan oleh isu masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ke jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Tekanan terhadap rupiah dinilai lebih dipengaruhi kondisi pasar yang kompleks, baik dari sisi eksternal maupun internal.
Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 16.956 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026). Mata uang Garuda memang bergerak dalam tren pelemahan dan kini mendekati level psikologis Rp 17.000 per dolar AS.
Pelemahan tersebut belakangan kerap dikaitkan dengan kabar rencana “tukar guling” posisi Deputi Gubernur BI Juda Agung dengan Wamenkeu Thomas Djiwandono. Namun, Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi berpandangan isu tersebut bukan faktor utama pelemahan rupiah.
“Persoalan Thomas Djiwandono menurut saya tidak terlalu besar dampaknya terhadap pelemahan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa.
Ia mengakui terdapat kekhawatiran publik masuknya figur politik dapat mengganggu independensi BI. Namun, Ibrahim menilai posisi Thomas sebagai wakil menteri tidak memiliki kewenangan kebijakan strategis secara langsung.
Selain itu, meskipun Thomas merupakan politisi Partai Gerindra, Ibrahim menilai hal tersebut bukan persoalan serius. Ia menyebut Thomas memiliki latar belakang profesional di bidang keuangan dan tidak mencalonkan diri sebagai Gubernur BI, melainkan Deputi Gubernur BI.
Alih-alih melemahkan independensi, Ibrahim bahkan menilai Thomas berpotensi memperkuat fondasi moneter BI. Ia menilai Thomas sebagai generasi muda profesional yang tengah dipersiapkan untuk mengemban peran strategis, termasuk kemungkinan melepaskan afiliasi politik apabila terpilih.
“Menurut saya, pelemahan rupiah bukan semata-mata karena Thomas Djiwandono dicalonkan sebagai Deputi Gubernur BI, tetapi karena persoalan yang sudah kompleks, baik secara eksternal maupun internal,” ujarnya.

1 hour ago
3















































