REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Media Israel melaporkan badan keamanan merekomendasikan kepada pimpinan politik untuk tidak campur tangan dalam peristiwa di Iran.
Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta para menterinya untuk berhati-hati dalam menanggapi pernyataan terkait protes yang telah berlangsung selama 15 hari di sana.
Saluran 13 Israel dikutip Aljazeera, Senin (12/1/2026) melaporkan badan keamanan berpendapat bahwa campur tangan Israel dalam peristiwa di Iran akan merusak jalannya protes, sehingga mereka merekomendasikan untuk tidak campur tangan.
Saluran tersebut menambahkan bahwa Israel memantau dengan cermat setiap langkah militer Iran, bahkan hingga tingkat pergerakan pasukan keamanan.
Perkiraan di Israel mengatakan bahwa Iran tidak akan mengambil risiko untuk menyerang Israel dengan meningkatnya krisis internal.
Dalam konteks yang sama, Channel 12 Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta para menterinya untuk berhati-hati dalam menangani pernyataan terkait Iran dan agar pernyataan tersebut melalui kantornya terlebih dahulu.
Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel memantau dengan cermat protes yang sedang berlangsung di Iran, dan menyatakan harapannya bahwa rakyat Iran akan terbebas dari apa yang dia gambarkan sebagai tirani.
Netanyahu menambahkan di awal sidang mingguan pemerintah bahwa Israel mendukung protes tersebut dan mengutuk apa yang ia sebut sebagai pembantaian terhadap para demonstran.
Koordinasi dengan Washington
Saluran televisi Israel Channel 12 mengutip sumber Israel yang mengatakan bahwa Tel Aviv tidak akan mengambil tindakan apa pun terhadap Iran untuk saat ini, dan bahwa setiap langkah akan dilakukan dengan koordinasi dengan Washington.
Reuters mengutip sumber-sumber Israel yang menghadiri pembicaraan keamanan bahwa Israel berada dalam keadaan siaga tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan intervensi AS di Iran.
Sumber Israel mengatakan bahwa Netanyahu membahas kemungkinan intervensi AS di Iran dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam percakapan telepon pada Sabtu lalu.
Dalam konteks ini, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar hari ini mengumumkan bahwa Tel Aviv mendukung rakyat Iran dalam apa yang ia gambarkan sebagai "perjuangan mereka untuk kebebasan". Dalam sebuah video yang diposting di platform X, Sa'ar mengatakan, "Kami mendukung perjuangan rakyat Iran untuk kebebasan dan berharap mereka berhasil."
Dia menambahkan, "Kami tidak memiliki permusuhan dengan rakyat Iran. Kami memiliki masalah besar, yang bukan hanya masalah kami, tetapi juga masalah regional dan internasional, dengan rezim Iran yang merupakan sumber utama terorisme dan ekstremisme."

6 hours ago
6













































