REPUBLIKA.CO.ID, MALANG - Semangat pengabdian mahasiswa Universitas Airlangga kembali terasa di Kabupaten Malang. Memasuki hari ketiga pelaksanaan Gerakan Akselerasi Masyarakat Berdaya X Airlangga Global Impact Project (GARDA X AGIP) 2026, Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR melaksanakan tiga kegiatan edukatif dalam satu hari penuh, Jumat (9/1/2026).
Ketiga kegiatan tersebut menyasar jenjang pendidikan yang berbeda, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Materi yang diusung pun beragam, mencakup inovasi lingkungan, edukasi kesehatan, hingga pengenalan dunia pendidikan lanjutan.
Olah Kulit Jeruk Jadi Sabun di MI Wahid Hasyim 2 Dau
Kegiatan pertama berlangsung di MI Wahid Hasyim 2 Dau. Berangkat dari potensi lokal Kecamatan Dau yang dikenal dengan hasil jeruk perasnya, mahasiswa BEM UNAIR menghadirkan program 'Jeriji: Handsoap Jeruk' (Jeruk Ringan Menjadi Istimewa). Program ini mengajak sekitar 75 siswa kelas 5 untuk memanfaatkan limbah kulit jeruk yang selama ini jarang dimanfaatkan.
Tidak hanya menerima penjelasan, para siswa diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun cuci tangan cair dari kulit jeruk. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep pengolahan limbah sederhana yang memiliki nilai guna. Sebagai simbol kolaborasi, Vincintius Nolan, Direktur Jenderal Sosial Masyarakat BEM UNAIR, menyerahkan apresiasi kepada pihak sekolah.
Setelah proses pembuatan selesai, siswa juga diajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun hasil karya mereka sendiri. Kegiatan tersebut dikemas dengan cara menyenangkan, termasuk iringan lagu panduan agar mudah diingat oleh anak-anak.
Gerilya Sehat Ajak Siswa SDN 1 Kucur Aktif Bergerak
Di tempat berbeda, kegiatan berlanjut di SD Negeri 1 Kucur dengan fokus pada penanaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui program 'Gerilya Sehat' (Gerak Riang Lakukan Hidup Sehat), sebanyak 33 siswa gabungan kelas 4 dan 5 diajak untuk belajar sambil bergerak.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam sehat bersama yang dipandu oleh mahasiswa. Setelah itu, siswa diajak melakukan aksi pungut sampah di lingkungan sekolah sebagai bentuk praktik langsung menjaga kebersihan. Kegiatan ditutup dengan makan bekal sehat bersama, yang diselingi kuis interaktif seputar kebersihan dan kesehatan diri.
Kepala SD Negeri 1 Kucur, Hikmatulloh menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama serupa dapat kembali dilakukan di masa mendatang dan menyatakan sekolahnya terbuka untuk kegiatan pengabdian selanjutnya.
Buka Wawasan Pendidikan di SMPN 2 Dau
Sementara itu, pendekatan berbeda diterapkan bagi siswa jenjang menengah. Di SMPN 2 Dau Satu Atap, BEM UNAIR menyelenggarakan 'Sharing Expo Campus' yang diikuti oleh 60 siswa kelas 8 dan 9. Kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa memahami pilihan pendidikan setelah lulus SMP.
Sesi berlangsung dalam format diskusi interaktif dan expo mini. Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mengunjungi beberapa pos yang dijaga oleh mahasiswa. Di setiap pos, siswa dapat bertanya langsung seputar dunia perkuliahan, mulai dari jalur masuk perguruan tinggi, pilihan fakultas, hingga gambaran kehidupan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih realistis mengenai jenjang pendidikan selanjutnya. Tidak hanya memotivasi untuk melanjutkan sekolah, program ini juga membantu siswa mengenali minat dan potensi diri sejak dini.
Melalui tiga kegiatan yang berjalan beriringan dalam satu hari, GARDA X AGIP 2026 diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pelajar di Kecamatan Dau. Mulai dari meningkatnya kesadaran lingkungan, penerapan pola hidup sehat, hingga tumbuhnya motivasi akademik untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

2 hours ago
3














































