REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, Jakarta, menanam seribu batang mangrove di kawasan Jembatan Pengantin, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada hari ini. Menurut Bupati Kepulauan Seribu Fadjar Churniawan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.
“Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Pemkab Kepulauan Seribu dalam menjaga keberlangsungan pulau-pulau kecil dari ancaman abrasi dan dampak cuaca ekstrem,” kata Fadjar Churniawan di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, penanaman mangrove merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memperkuat perlindungan alami kawasan pesisir. Pihaknya pun menggelar kegiatan penghijauan yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan.
"Hari ini kita menanam 1.000 bibit mangrove. Ke depan, Sudin KPKP telah menyiapkan hampir 50.000 bibit mangrove yang akan ditanam secara bertahap di seluruh wilayah Kepulauan Seribu," kata dia.
Ia menjelaskan, Pulau Untung Jawa yang memiliki luas sekitar 40,1 hektare tergolong rentan terhadap abrasi serta dampak cuaca ekstrem. Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami untuk menahan gelombang, melindungi garis pantai, dan menjaga kawasan permukiman warga.
"Ketika terjadi angin kencang dan gelombang tinggi, mangrove menjadi penahan awal sebelum mencapai permukiman,” kata Fadjar.
Selain itu, mangrove juga berfungsi menjaga ekosistem laut dan menjadi habitat biota serta burung yang bernilai ekologis sekaligus wisata.
Selain itu, pihaknya juga melakukan langkah antisipatif lainnya, seperti penopingan atau pemangkasan pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang, khususnya di wilayah permukiman padat penduduk.
Pemkab Kepulauan Seribu juga terus menggalakkan penanaman pohon sukun sebagai tanaman endemik khas Kepulauan Seribu di lokasi yang aman dari ancaman rob.
"Kami tidak hanya menanam, tetapi juga mengajak warga dan anak-anak sekolah untuk turut merawat tanaman ini bersama-sama," kata dia.
Sementara itu, Ketua RW 03, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Basri (64) mengatakan wilayah sisi timur Pulau Untung Jawa hingga saat ini belum memiliki penahan ombak yang memadai, sehingga keberadaan mangrove sangat dibutuhkan sebagai pelindung alami.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya, mangrove yang ditanam dapat menjadi penahan ombak alami dan melindungi permukiman warga dari abrasi," kata dia.
Ia menambahkan apabila mangrove tumbuh dengan baik, dampak abrasi dapat ditekan dan warga pesisir akan merasa lebih aman.
"Kami siap bersama-sama menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata dia.
sumber : Antara

3 hours ago
7














































