Terungkap: Israel Rencanakan Kembali Serang Gaza pada Maret

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Militer Israel berencana melancarkan serangan baru di Gaza pada bulan Maret. Tujuannya untuk merebut lebih banyak wilayah dan mendorong Garis Kuning lebih jauh ke barat menuju pantai daerah kantong tersebut.

Times of Israel melaporkan, mengutip para pejabat, bahkan ketika gencatan senjata mendekati fase kedua, militer Israel telah menyusun rencana serangan, dengan alasan kegagalan dalam melucuti senjata Hamas. Laporan itu mengutip seorang diplomat Arab. 

Meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setuju dalam pertemuannya dengan Trump bulan lalu untuk bekerja sama dalam upaya memajukan gencatan senjata, dia tidak percaya bahwa mereka akan berhasil dalam melucuti senjata Hamas. Sebab itulah Netanyahu mengarahkan IDF untuk mempersiapkan rencana darurat, kata diplomat Arab tersebut. 

Pada hari pertama gencatan senjata pada 10 Oktober, pasukan Israel mundur ke Garis Kuning, sehingga mereka menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Kuning. Operasi Kota Gaza yang direncanakan pada bulan Maret akan membuat Israel meningkatkan persentase tersebut, kata pejabat Israel dan diplomat Arab.

Operasi yang dilaporkan direncanakan pada bulan Maret ini difokuskan di Kota Gaza dan kemungkinan akan membuat Israel membangun wilayah yang berada di bawah kendalinya, kata laporan itu. 

Juru bicara Hamas Hazem Qassem pada Sabtu mengatakan bahwa kelompok tersebut memiliki “keputusan yang jelas untuk membubarkan badan-badan pemerintah yang menangani urusan di Jalur Gaza dan menyerahkannya kepada komite teknokratis”.

Kelompok tersebut menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata dan menghalangi transisi ke tahap kedua dari rencana Gaza yang didukung AS, yang mencakup pasukan stabilisasi internasional. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang partisipasi Turki dalam pasukan tersebut, yang telah membuat mitra potensial lainnya seperti Azerbaijan, Pakistan, Arab Saudi, dan Indonesia enggan menyumbangkan pasukannya. 

“Kami menyerukan kepada para mediator dan negara-negara yang menjamin perjanjian gencatan senjata untuk mengutuk pelanggaran berat ini, yang dilakukan oleh penjahat perang [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu dengan dalih yang salah dan dibuat-buat,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat. 

Israel telah berulang kali melanggar gencatan senjata, menewaskan 439 warga Palestina dalam tiga bulan dalam hampir 1.200 pelanggaran, termasuk serangan udara, penembakan, dan pembongkaran rumah. 

WAFA mengutip sumber-sumber medis melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas akibat tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi empat orang sejak fajar hari Ahad. Sumber tersebut menjelaskan bahwa korban jiwa termasuk dua orang tewas di Jalur Gaza selatan dan dua orang di Jalur Gaza utara, salah satunya meninggal karena luka-lukanya. 

Kru ambulans juga mengevakuasi tiga orang yang terluka akibat tembakan Israel dari kamp Jabaliya, selain beberapa orang yang terluka dari Beit Lahia dan satu orang lainnya yang terluka dari Jabalia, di Jalur Gaza utara.

Sejak 7 Oktober 2023, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 71.400 warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk sedikitnya 20.000 anak-anak, menurut kementerian kesehatan Palestina. Ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan. Layanan pertahanan dan penyelamatan sipil di Gaza kekurangan peralatan berat untuk mengambil jenazah, karena cuaca telah memperburuk kondisi kehidupan di daerah terkepung tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |