REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Papua mencatat sepanjang 2025 jumlah transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Papua mencapai 39,479 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp 4,584 miliar. Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Faturachman di Jayapura, Ahad (25/1/2026), mengatakan capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam pemanfaatan sistem pembayaran digital di Bumi Cenderawasih.
“QRIS kini semakin diterima masyarakat Papua sebagai alat pembayaran yang mudah, cepat, dan aman, baik untuk transaksi ritel, pelaku UMKM, maupun layanan publik,” katanya.
Menurut Faturachman, peningkatan transaksi QRIS tersebut tidak terlepas dari dorongan digitalisasi sistem pembayaran yang dilakukan BI bersama pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha.
“Selain dari sisi transaksi, kami juga mencatat adanya penambahan 7.419 pengguna baru QRIS di Papua sepanjang 2025,” ujarnya.
Dia menjelaskan, meskipun transaksi non-tunai terus meningkat, penggunaan uang tunai tetap perlu difasilitasi dengan mempertimbangkan kondisi geografis Papua serta segmen masyarakat yang masih terbiasa bertransaksi secara tunai.
“Untuk pembayaran secara tunai, kami tetap menyarankan opsinya tetap terbuka dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan adanya segmen masyarakat yang masih terbiasa,” katanya lagi.
Dia menambahkan, hal tersebut bukan menjadi hambatan. Penggunaan QRIS justru semakin sering, sementara masyarakat yang belum terbiasa dapat tetap menggunakan transaksi tunai sambil belajar memanfaatkan QRIS.
“Kami juga mencatat sejumlah wilayah di Papua, seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah, belum optimal memanfaatkan sistem pembayaran digital akibat keterbatasan infrastruktur jaringan dan kondisi geografis,” ujarnya.
Dia menjelaskan, meski demikian, pihaknya menegaskan akan terus memperluas digitalisasi pembayaran melalui penguatan infrastruktur dan literasi agar pemanfaatan QRIS dapat menjangkau seluruh wilayah Papua secara merata dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami terus mendorong pemerataan akses dan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital agar manfaat QRIS dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
sumber : ANTARA

2 hours ago
3













































