Presiden Donald Trump didampingi Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berbicara soal serangan ke Iran, Ahad (22/6/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump melancarkan tindakan provokasi dengan mendesak warga Iran terus berunjuk rasa. Ia juga menyatakan bahwa ia telah menghentikan diplomasi dengan Teheran di tengah tudingan tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.
"Patriot Iran, TERUS PROTES – AMBIL ALIH LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!! Simpan nama para pembunuh dan pelaku kekerasan," tulis Trump dalam postingan media sosialnya, Selasa.
"Mereka akan menanggung akibat yang besar. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan para pejabat Iran hingga pembunuhan yang tidak masuk akal terhadap para pengunjuk rasa BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN. MIGA!!!"
MIGA mengacu pada “Make Iran Great Again”, sebuah variasi dari slogan dalam negeri Trump, “Make America Great Again.”
Tidak jelas apa yang dimaksud Trump dengan “bantuan sedang dikirim” namun sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan kepada wartawan kemarin bahwa serangan udara adalah salah satu dari “banyak pilihan” yang sedang dipertimbangkan presiden. Meskipun, ia menambahkan bahwa diplomasi “selalu menjadi pilihan pertama”.
Sebelumnya, Donald Trump mengatakan pada Senin waktu AS bahwa negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Iran akan menghadapi tarif sebesar 25 persen pada perdagangan dengan AS. “Segera berlaku, negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25 persen untuk setiap dan semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” kata presiden AS dalam sebuah postingan di Truth Social.
Iran selama ini telah mendapat sanksi berat dari Washington selama bertahun-tahun. Sanksi itu melemahkan perekonomian Iran dan turut serta memicu unjuk rasa terkini.
“Perintah ini bersifat final dan konklusif,” kata Trump tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Tujuan ekspor utama barang-barang Iran termasuk China, Uni Emirat Arab, dan India.

2 hours ago
3














































