Wali Kota Bandung Umumkan Risiko Darurat Sampah Mulai 12 Januari

2 weeks ago 18

Truk sampah mengangkut sebagian tumpukan sampah yang menggunung di tempat pembuangan sampah (TPS) Pasar Sederhana Kota Bandung, Kamis (13/11/2025). Tumpukan sampah terjadi di sejumlah TPS Kota Bandung mengakibatkan penyempitan jalan dan bau yang menyengat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengumumkan risiko darurat sampah dapat terjadi di Kota Bandung mulai tanggal 12 Januari 2026. Risiko itu berdasarkan pembatasan kuota sampah yang dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

"Sampah ini saya harus sampaikan secara sangat terbuka. Kondisi sekarang itu ada risiko mulai 12 Januari kita akan menghadapi tumpukan sampah 200 ton per hari karena ada pengurangan jumlah kuota sampah yang bisa dibawa ke TPA Sarimukti," ucap dia, Senin (5/1/2026).

Ia menuturkan sejumlah antisipasi terus dilakukan mulai dari meluncurkan program petugas pemilah dan pengolah sampah di tiap RW sebanyak 1.597 orang. Selain itu, jumlah penyapu dan Gober ditambah diperkirakan total mencapai 6.000 orang.

"Petugas yang dibayar oleh pemerintah yang akan menangani masalah sampah di level RW. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa edukasi kita tentang penanganan sampah di hulu itu masuk ke level door to door," kata dia.

Selain itu pengolahan sampah refuse derived fuel (RDF), ia mengatakan akan ditingkatkan dari 30 hingga 40 ton menjadi 200 ton. Namun begitu, Farhan mengakui teknologi RDF masih bermasalah sehingga belum optimal.

"Titik-titik TPS yang rawan itu akan kita segera tangani, baik itu Kobana, Ciwastra, itu dua yang paling rawan, itu akan kita tangani juga," ungkap dia.

Ia pun mengaku akan mengoptimalkan beberapa fasilitas pemusnahan sampah organik dan non organik menggunakan teknologi biodigester atau insenerator. Penggunaan insenerator sendiri akan dilakukan secara hati-hati.

"(Pengurangan) dari 1.200-an jadi tinggal 980, jadi sekitar 200-an ton tuh per hari itu yang akan kita olah nih sama-sama," kata dia.

Ia berharap krisis darurat sampah pada bulan Oktober November tahun 2025 tidak terulang. Pihaknya akan melibatkan masyarakat dalam pengolahan sampah itu.

Read Entire Article
Politics | | | |