Warga Respons Positif Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said: Selama Ini Jelek Banget

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Pembongkaran itu dilakukan untuk mempercantik estetika kota Jakarta, lantaran selama ini keberadaan proyek mangkrak itu dinilai mengganggu. 

Salah seorang warga yang rutin melintasi kawasan itu, Anugrah (30 tahun), mengaku mendukung langkah Pemprov Jakarta untuk membongkar tiang-tiang proyek yang telah terbengkalai puluhan tahun itu. Pasalnya, keberadaan tiang-tiang itu sangat mengganggu pemandangannya selama berkendara. 

"Iya, saya setiap hari lewat Kuningan pergi dan pulang kerja. Jelek banget di tengah-tengah ada besi-besi tinggi-tinggi gitu," kata dia kepada Republika.

Warga yang tinggal di Mampang, Jakarta Selatan, itu juga tak terlalu mempermasalahkan besaran APBD seratusan miliar rupiah yang digunakan untuk pembongkaran itu. Apalagi, anggaran itu tidak sepenuhnya digunakan untuk pembongkaran, melainkan juga penataan kawasan Rasuna Said.

"Kalau selagi untuk mempercantik dan tidak boros anggaran, menurut saya harus dibongkar. Apalagi kalau nanti di bagian situ nanti dipercantik, kan itu jalanannya sangat lurus dan bagus ya," kata dia.

Meski demikian, ia menilai, keberadaan proyek mangkrak itu harus menjadi pelajaran bagi para pengambil kebijakan. Padahal, monorel sempat digadang-gadang menjadi salah satu masa depan moda transportasi di Jakarta. Namun, proyek yang digagas Sutiyoso ketika menjadi Gubernur Jakarta itu tidak dilanjutkan penerusnya.

Menurut Adi, semestinya para pemimpin terus melanjutkan kebijakan yang memiliki dampak besar kepada warga, termasuk melanjutkan pembangunan yang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Dengan begitu, tidak akan ada proyek mangkrak. 

"Ya seharusnya gubernur-gubernur, kalau berganti, kalau misalnya ada proyek-proyek terdahulunya yang kira-kiranya sudah mengeluarkan uang, seharusnya dilanjutkan. Jangan sampai mangkrak," kata dia.

Ia menilai, keberadaan proyek mangkrak itu sama artinya dengan pemborosan anggaran. Itu juga menunjukkan bahwa proyek dikerjakan tanpa kajian matang.

"Kalau gini kan itu kayaknya udah ada keluar uang, terus akhirnya dibongkarnya pakai uang lagi, dan itu pemborosan lah. Tapi, daripada tidak dibongkar, mending dibongkar," ujar Adi. 

Sementara itu, salah seorang warga lainnya, Adi (30), menyatakan dukungannya terhadap pembongkaran tiang mangkrak itu. Pasalnya, keberadaan tiang-tiang itu dinilai merusak tata kota Jakarta. 

"Karena bikin jelek juga tiang-tiang kagak kepake begitu, mendingan dibongkar," kata dia. 

Ia pun tidak mempermasalahkan anggaran APBD Jakarta yang digunakan untuk pembongkaran itu. Sebab, anggaran itu digunakan untuk penataan jalan dan trotoar di kawasan tersebut.

Warga Pondok Labu, Jakarta Selatan, itu menilai bahwa pembongkaran tiang monorel itu juga akan memperlebar ruas Jalan Rasuna Said. Hal itu juga mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu. 

Ihwal dampak kemacetan akibat proyek tersebut, ia menilai, hal itu tidak akan terlalu signifikan. Mengingat, pekerjaan pembongkaran itu akan dilakukan pada malam hari.

"Kan kalau malam sepi, apalagi kalau udah di atas jam 10.00. Kan kalaupun misalkan jalanan masih ramai ya enggak seramai kalau lagi jam pulang kantor kan? Ya harusnya aman-aman saja sih," ujar Adi.

Read Entire Article
Politics | | | |