loading...
Warga Yahudi kini bisa membeli tanah dan kuasai tempat ibadah di Tepi Barat. Foto/X
GAZA - Kabinet keamanan Israel menyetujui serangkaian langkah pada hari Minggu yang bertujuan untuk memperdalam kendali Israel atas Tepi Barat yang diduduki, membuka jalan bagi perluasan pemukiman lebih lanjut di wilayah Palestina.
Wilayah tersebut, yang telah diduduki Israel sejak 1967, akan membentuk bagian terbesar dari negara Palestina di masa depan, tetapi dipandang oleh banyak orang di kalangan kanan religius sebagai tanah Israel.
“Kabinet keamanan hari ini menyetujui serangkaian keputusan… yang secara fundamental mengubah realitas hukum dan sipil di Yudea dan Samaria,” demikian pernyataan tersebut, menggunakan nama-nama alkitabiah untuk Tepi Barat.
Bagaimana Israel Mencaplok Tepi Barat?
1. Menghapus Peraturan Larangan Warga Yahudi Membeli Tanah di Tepi Barat
Langkah-langkah tersebut, yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Pertahanan Israel Katz, termasuk penghapusan peraturan yang telah berlaku selama beberapa dekade yang melarang warga Yahudi membeli tanah di Tepi Barat, menurut pernyataan bersama kedua menteri tersebut.
Smotrich mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk “memperdalam akar kita di semua wilayah Tanah Israel dan mengubur gagasan negara Palestina.”
Katz mengatakan “Yudea dan Samaria adalah jantung negara, dan memperkuatnya adalah kepentingan keamanan, nasional, dan Zionis yang utama.”
2. Izin Pendirian Bangunan Dialihkan ke Israel
Reformasi tersebut juga mencakup pengalihan wewenang atas izin pembangunan pemukiman di beberapa bagian kota Palestina, termasuk Hebron, dari badan-badan kota Otoritas Palestina ke Israel.
Hingga saat ini, perubahan konstruksi di komunitas Yahudi kota tersebut memerlukan persetujuan dari pemerintah kota setempat dan otoritas Israel, demikian dilaporkan Times of Israel, mengutip pernyataan tersebut.
















































