Yenny Wahid Ungkap Ada Menteri, Bukan Luhut Ngotot Beri Tambang ke NU

1 month ago 37

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Putri Presiden ke-4 RI sekaligus Ketua Umum PBNU periode 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Yenny Wahid mengkritik pengelolaan tambang lewat organisasi masyarakat (ormas). Hal itu karena hanya menimbulkan mudarat.

"Sekarang sudah jelas yang di depan mata ada mudarat yang besar yaitu mudarat perpecahan. Ini yang harus menjadi prioritas utama kita. Saya mendukung seruan KH Said (Aqil Siroj) yang mengatakan mungkin lebih baik tambang diberikan kembali kepada pemerintah," katanya saat haul ke-16 Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025).

Dalam momen sebelum haul ayahnya, Yenny sempat dihubungi oleh mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang pernah menjadi mendag era Presiden Gus Dur. Dalam momen tersebut, ia sempat membahas terkait dengan perkembangan politik nasional termasuk apa yang terjadi di tubuh NU.

Yenny menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Luhut mengaku tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.

Hal itu juga seperti yang dikatakan oleh tokoh Tionghoa terkait orang yang mengelola tambang tangannya harus dingin, kalau tidak pasti akan menyebabkan perpecahan. Kini, Yenny prihatin dengan kondisi NU saat ini.

Menurut dia, dulu waktu ormas yang didirikan buyutnya itu menjadikan tali tambang sebagai hal yang mengikat semua. Namun, justru saat ini menjadi hal yang mengancam para pemimpin. Sehingga hal itu harus menjadi bahan renungan bersama.

Yenny pun membuat seruan moral agar NU menjauhkan diri dari hal yang mudarat. Jika pemerintah ingin menyumbang, dianjurkan untuk dalam bentuk uang atau anggaran yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk membangun sekolah, pondok pesantren, dan rumah, yang lebih bermanfaat.

Bukan menyerahkan pengelolaan tambang kepada PBNU. "Tapi kalau seperti ini (pengelolaan tambang) mudaratnya jauh lebih besar," kata Yenny.

Dia mengingat, KH Hasyim Asy'ari sejak awal juga sudah mengatakan, organisasi NU didirikan berdasarkan semangat persatuan, mahabbah (kasih sayang) satu sama lain, serta untuk terus menyebarkan ajaran Islam Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah). Yenny meminta maaf jika ada yang tersinggung terkait dengan pernyataannya.

Tetapi, hal itu harus disuarakan karena ada rasa kegelisahan yang ingin diungkapkannya terkait dengan kondisi NU saat ini. Terlebih lagi, sambung dia, Luhut juga menjelaskan bahwa ada menteri yang ngotot untuk memberikan tambang.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |