3 Kisah Tragis Si Penista Agama di Zaman Nabi SAW

4 hours ago 4

loading...

Salah satu kisah tragis si penista agama yakni kisah seorang yang mengaku penulis wahyu Nabi SAW, dia dikutuk karena dustanya, dan, penolakan bumi terhadap mayat tersebut adalah hukuman dari kebohongannya. Foto ilustrasi/ist

Penistaan terhadap ayat-ayat Al Quran berarti menistakan Allah SWT dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam serta ajaran Islam. Kasus-kasus penistaan ini juga pernah terjadi di zaman Nabi SAW, yang akhirnya mereka berakhir tragis.

Bagaimana kisah dan ceritanya? Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini :

3 Kisah Para Penista Agama di Zaman Nabi SAW

1. Jenazahnya ditolak bumi karena dusta

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari jalur Anas bin Malik yang berkata, "Di antara kami ada seorang laki-laki dari Bani Najjar yang telah membaca surah al- Baqarah dan surat Ali Imran dan dia seorang penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. Kemudian, dia pergi melarikan diri dan bergabung bersama Ahli Kitab yang menyanjungnya.

Mereka berkata, 'Orang ini pernah menjadi penulis wahyu bagi Muhammad', sehingga mereka pun mengaguminya. Tidak beberapa lama kemudian Allah menimpakan bencana pada orang itu hingga kematiannya. Mereka para ahli kitab menggali kuburan untuknya dan menguburkannya. Keesokan harinya bumi telah memuntahkan jasad orang itu ke permukaan.

Baca juga: Kasus Hapalan Ayat Hadiah Miras : Penistaan Agama, Bagaimana Sikap dan Tabiat Para Penghinanya?

Mereka ahli kitab itu pun menggali kuburan kembali dan menguburkannya, tetapi keesokan harinya bumi kembali memuntahkan jasad orang itu. Lagi-lagi mereka menggali kuburan dan menguburkan jasad orang itu dan begitu pula keesokan harinya bumi memuntahkan kembali jasad tersebut. Akhirnya, mereka ahli kitab membiarkan jasad orang itu terbuang." (HR Muslim).

Atas hadis tersebut, Ibnu Taimiyah menjelaskan, orang tersebut adalah orang terkutuk karena dusta yang telah dilakukannya, sebab dia jelas bukanlah penulis wahyu. Dan, penolakan bumi terhadap mayat tersebut adalah hukuman dari kebohongannya.

2. Tangan bergetar saat ingin bunuh Nabi Muhammad SAW

Suatu ketika, ada orang yang ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Namanya adalah Gorts bin al-Harts. Dia pun ditanya tentang bagaimana dirinya hendak membunuh Nabi SAW.

Lalu dia menjawab, "Aku akan berkata padanya, berikan pedangmu. Jika dia (Nabi SAW) memberikannya kepadaku, maka kubunuh dengan pedang itu." Kemudian Gorts menghampiri Rasulullah SAW dan meminta pedangnya. Lantas diberikanlah pedang itu oleh Rasulullah. Namun, tangan Gorts bergetar sampai pedang yang dipegangnya pun terjatuh. Rasulullah SAW bersabda:

حال الله بينك وبين ما تريد

"Allah SWT ada di antaramu dan apa yang kamu inginkan." (Al-Dur al-Mantsur)

3. Diterkam singa usai menghina Nabi SAW

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan soal Abu Lahab dan putranya, Utbah, yang telah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Syam. Utbah berkata, "Demi Tuhan, marilah kita pergi kepada Muhammad dan menyakiti dirinya."

Read Entire Article
Politics | | | |