loading...
AS memiliki pangkalan militer di Greenland. Foto/X/@NORADCommand
WASHINGTON - Faktanya, AS sudah memiliki kehadiran di Greenland , yakni Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, instalasi militer Amerika. Pangkalan terpencil yang terletak di antara AS dan Rusia ini dipandang sebagai pos terdepan kunci dalam pertahanan militer AS.
4 Fakta Pituffik, Satu-satunya Pangkalan Militer AS di Greenland
1. Pangkalan Militer AS Paling Strategis
"Saat ini... pangkalan ini adalah lokasi geografis terpenting yang dimiliki Amerika Serikat" jika terjadi serangan dari sektor tengah Arktik, kata Troy Bouffard, seorang profesor keamanan Arktik di Universitas Alaska Fairbanks, dilansir NPR.
Pangkalan Antariksa Pituffik terletak di pantai barat laut Greenland, tepat di seberang Teluk Baffin dari Nunavut, Kanada. Menurut militer AS, pengucapannya adalah bee-doo-FEEK.
2. Dibangun pada 1951
Pada tahun 1946, AS dan Denmark bersama-sama mendirikan stasiun radio dan cuaca di dekat lokasi pangkalan saat ini. Greenland adalah wilayah semi-otonom Denmark.
AS dan Denmark mulai secara diam-diam membangun instalasi militer di sana pada tahun 1951 agar AS dapat menempatkan pesawat pembom jarak jauh lebih dekat ke Tiongkok dan Uni Soviet saat itu. Pituffik terus beroperasi hingga saat ini melalui perjanjian pertahanan bersama antara AS dan Denmark.
Baca Juga: Siapa Orang Kurdi? Etnis Tanpa Kewarganegaraan Terbesar di Dunia
3. Awalnya Disebut Pangkalan udara Thule
Sebelumnya dikenal sebagai Pangkalan Udara Thule, instalasi tersebut berganti nama pada tahun 2023 untuk "mengakui warisan budaya Greenland dan lebih mencerminkan perannya dalam Angkatan Luar Angkasa AS," kata militer dalam siaran pers.
Pituffik sangat penting bagi kemampuan militer AS sebagian besar karena letaknya tepat di antara AS bagian utara dan Rusia bagian utara, kata Bouffard dan pakar keamanan nasional lainnya.
4. Pertahanan Rudal hingga Pengawasan Antariksa
Militer AS melakukan misi peringatan rudal, pertahanan rudal, dan pengawasan ruang angkasa dari pangkalan tersebut.
Menurut Bouffard, AS mempertahankan kemampuan pertahanan yang signifikan di Alaska untuk berjaga-jaga terhadap potensi serangan dari barat. Peringatan dini tentang serangan dari timur dapat datang dari sekutu AS seperti Inggris, Islandia, dan Greenland.
















































