Adopsi Mobil Listrik tak Cukup Andalkan Infrastruktur

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Percepatan penggunaan kendaraan listrik dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur pengisian daya dan kemajuan teknologi. Kemudahan akses pembiayaan juga menjadi faktor penting agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Dapot Parasian Sukoco Sinaga mengatakan, pembiayaan yang terjangkau menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Menurut dia, pengembangan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan kolaborasi antara industri pembiayaan, perbankan, dan pelaku otomotif.

“Percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga dukungan pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses. MUF berupaya menjadi bagian dari ekosistem tersebut melalui solusi pembiayaan yang kompetitif,” ujar Dapot dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Selain pembiayaan, Dapot menilai pengalaman mencoba kendaraan listrik secara langsung juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi kendaraan ramah lingkungan. Karena itu, MUF bersama Bank Mandiri dan jaringan dealer otomotif menggelar program Coffee & Drive: EV & Hybrid Experience pada 26-27 Juni 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di PIK Sedayu City Kelapa Gading, Kopitagram Centang Biru BSD, dan Taste & See Summarecon Bogor. Sebanyak 15 merek kendaraan listrik dan hybrid dihadirkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat melakukan uji coba kendaraan sekaligus memperoleh informasi mengenai skema pembiayaan.

Dalam program tersebut, MUF menawarkan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid dengan suku bunga mulai 1,99 persen melalui pengajuan Livin' Auto. Perusahaan juga menyediakan sejumlah insentif, antara lain biaya administrasi Rp1, potongan biaya administrasi hingga 50 persen, voucher belanja, serta perlindungan asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga.

Kolaborasi dengan dealer otomotif juga dilakukan melalui penyediaan unit test drive dan berbagai promo penjualan, seperti potongan harga, bonus aksesori, subsidi angsuran, hingga prioritas ketersediaan unit bagi nasabah pembiayaan MUF.

Konsumen yang melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama kegiatan juga berkesempatan mengikuti program Lucky Dip dengan hadiah peralatan elektronik rumah tangga, perangkat audio, hingga perlengkapan kendaraan.

Dapot mengatakan MUF ingin mengambil peran dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik melalui penyediaan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Menurut dia, kesiapan infrastruktur yang diikuti pilihan pembiayaan yang semakin beragam akan mempercepat pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.

“Melalui program ini, MUF menegaskan perannya sebagai perusahaan pembiayaan yang mendukung pengembangan kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia, sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan,” kata Dapot.

Ia optimistis penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat seiring bertambahnya pilihan model kendaraan, pengembangan infrastruktur, dan dukungan pembiayaan yang semakin kompetitif.

Read Entire Article
Politics | | | |