REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perubahan lanskap investasi asing langsung (FDI) global semakin memperlihatkan Amerika Serikat tidak hanya sebagai tujuan utama modal dunia, tetapi juga sebagai arena persaingan strategis untuk menarik investor dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Turki.
Dalam kondisinya yang dinamis, delegasi negara bagian AS kini berkampanye intensif di Turki untuk menarik modal Turki berinvestasi di Amerika, dengan alasan akses energi murah dan stabil, serta peluang kerja sama sektor industri yang luas.
Strategi ini tampak jelas dalam SelectUSA Roadshow 2026, inisiatif yang digagas pemerintah federal AS untuk mempromosikan FDI dan pembangunan ekonomi melalui pertemuan dengan investor global. Acara yang berlangsung di Istanbul, Kocaeli, dan Ankara itu mempertemukan perusahaan-perusahaan Turki dengan perwakilan lebih dari 50 negara bagian AS, dengan tujuan membuka peluang investasi langsung ke berbagai sektor utama ekonomi Amerika.
AS: Magnet Investasi Dunia
Amerika Serikat tetap menjadi tujuan utama investasi asing di dunia. Data dari laporan resmi ekonomi menunjukkan bahwa posisi investasi langsung asing (FDI stock) di AS mencapai sekitar US$5,71 triliun (Rp96.244,91 triliun/sembilan puluh enam ribu dua ratus empat puluh empat koma sembilan satu triliun rupiah) pada akhir 2024, menjadikan negara ini sebagai salah satu penerima terbesar investasi internasional dari berbagai negara di seluruh dunia.
Dalam struktur warga modal asing di AS, Jepang dan Kanada berada di posisi teratas, masing-masing memegang sekitar 14 persen dari total investasi asing tertanam di Amerika Serikat secara kumulatif hingga akhir 2024. Jerman, Inggris Raya, dan Eropa secara keseluruhan juga memiliki porsi signifikan dalam struktur ini.
Sebagai gambaran, korporasi Jepang menjadikan AS sebagai basis investasi terbesar mereka: total investasi langsung Jepang di AS diperkirakan melebihi US$800 miliar (Rp13.484,4 triliun/tiga belas ribu empat ratus delapan puluh empat koma empat triliun rupiah), terutama di sektor manufaktur, kendaraan, dan teknologi tinggi.
Struktur investasi besar ini memperlihatkan bahwa AS bukan hanya pasar konsumen yang besar, tetapi juga pangkalan operasi produksi global, platform riset dan pengembangan, serta hub distribusi bagi perusahaan multinasional.
Turki dan AS: Angka Investasi yang Bergerak
Rasio investasi Turki di AS masih jauh di bawah negara-negara besar Eropa atau Asia. Menurut data dari U.S.-Turkey Business Council, perusahaan Turki memiliki investasi langsung di AS sekitar US$2,4 miliar (Rp40,45 triliun/empat puluh triliun empat ratus lima puluh tiga miliar rupiah).

1 hour ago
3















































