Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Puskesmas Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/1/2024). Kementerian Kesehatan telah menetapkan vaksin COVID-19 akan dikenai biaya bagi masyarakat yang tidak dalam termasuk kelompok rentan sejak awal Januari 2024.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Amerika Serikat (AS) pada Kamis (22/1/2026) mengumumkan telah menyelesaikan proses pengunduran diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), badan yang mereka tuding salah mengelola pandemi COVID-19. AS juga menuduh WHO gagal melaksanakan reformasi internal serta memiliki kerentanan terhadap “pengaruh politik” dari sejumlah negara anggota.
Langkah AS tersebut sesuai dengan janji kampanye Donald Trump. Dalam pidato pertamanya usai dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025, Trump langsung memerintahkan AS mengambil langkah untuk keluar dari WHO.
Selain WHO, Trump juga mengumumkan pengunduran diri AS dari Kesepakatan Paris terkait perubahan iklim, mengulang langkah yang pernah ia lakukan pada masa jabatan pertamanya.
Mundurnya AS dari WHO mencerminkan skeptisisme Trump terhadap multilateralisme dan dipastikan berdampak besar terhadap upaya global dalam mencegah serta mengendalikan penyakit menular.
Selama beberapa dekade, AS merupakan kontributor finansial terbesar bagi WHO, organisasi kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bermarkas di Jenewa dan memiliki lebih dari 190 negara anggota, serta bertugas menyusun kebijakan kesehatan global yang koheren.
Dalam proses pembatalan keanggotaan AS di WHO selama setahun terakhir, pemerintahan Trump telah menghentikan pendanaan, menarik seluruh pejabat AS, serta mengalihkan semua aktivitas yang sebelumnya dilakukan melalui WHO menjadi “pendekatan bilateral” dengan negara-negara maupun organisasi lain.
Sejak saat ini, kerja sama antara AS dan WHO akan dilakukan secara terbatas dan hanya untuk memuluskan proses pengunduran diri AS dari badan tersebut.
Pembatalan keanggotaan WHO memerlukan pemberitahuan awal yang telah dilakukan AS tahun lalu, serta pelunasan seluruh biaya keanggotaan yang tertunggak.
Namun, menurut WHO, AS masih belum membayarkan tunggakan biaya keanggotaan untuk 2024 dan 2025 dengan total mencapai 260 juta dolar AS.
Atas tunggakan yang belum terselesaikan tersebut, WHO akan membahas sah atau tidaknya pengunduran diri AS dari badan tersebut dalam rapat organisasi pada Februari mendatang maupun pada kesempatan lainnya.
sumber : ANTARA

5 hours ago
4













































