Anak Usaha UGM Swayasa Prakasa Bidik Dana IPO Rp 45,22 Miliar

5 hours ago 8

Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,80 persen atau 49,762 poin ke level 6.236,126, sekaligus menutup perdagangan akhir Juli di zona hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan holding dan investasi Universitas Gadjah Mada (UGM) PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group) siap menghantarkan anak usahanya yaitu PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP) menggelar Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia dengan target dapat menghimpun dana Rp45,22 miliar.

"Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp45.220.000.000,” ujar Manajemen Swayasa Prakasa sebagaimana keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/8/2026).

Melalui IPO, Swayasa Prakasa akan menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik atau mewakili maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) di kisaran Rp 130-Rp 140 per saham yang dilaksanakan pada 24-27 Agustus 2026, sehingga ditargetkan dapat menghimpun dana mencapai Rp45,22 miliar.

Adapun, masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan pada 2-8 September 2026, masa penjatahan saham pada 8 September 2026, serta distribusi saham pada 9 September 2026,

Kemudian, SWAP ditargetkan resmi mencatatkan saham perdana atau melantai di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026.

Terkait penggunaan dana IPO, perseroan mengungkapkan sekitar Rp15,8 miliar akan dialokasikan sebagai modal kerja, yang mana akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas produk.

Kemudian, sekitar Rp12,2 miliar akan digunakan untuk belanja modal, serta Rp12 miliar lainnya dialokasikan untuk melunasi kewajiban kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |