Warga melakukan penyuntikan vaksin influenza Flubio di Klinik Pratama Dermaga Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K atau superflu di Indonesia selama periode Agustus-Desember 2025 dengan mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan anak-anak, sehingga masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan seluruh fasilitas kesehatan di ibu kota siap melayani warga dengan keluhan influenza maupun gangguan pernapasan lainnya. Langkah ini diambil untuk merespons dinamika cuaca dan kualitas udara Jakarta yang kerap memicu gangguan kesehatan pada saluran pernapasan masyarakat.
"Puskesmas ada di setiap kecamatan dan di setiap kelurahan juga ada Puskesmas Pembantu. Puskesmas Kecamatan sudah buka 24 jam," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, dalam kegiatan yang diadakan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta mengenai "Super Flu Bisa Berdampak pada Otak?" di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).
Ani mengatakan kesiapan layanan kesehatan ini agar masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang sesegera mungkin dan tidak terlambat. "Kata kuncinya, kita tidak perlu panik tapi harus tetap waspada untuk menyikapi perkembangan super flu pada saat ini," kata dia.
Dia mengingatkan, upaya paling utama untuk menghadapi influenza termasuk superflu maupun penyakit pernapasan lainnya adalah penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ini termasuk menjaga kebersihan tangan dan menerapkan etika batuk.
"Ini sangat mudah sebenarnya untuk dilakukan dan kebiasaan baik ini sudah terus digencarkan sejak era pandemi Covid-19," ujar Ani.
Selain menerapkan PHBS, masyarakat juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengenali gejala-gejala sehingga dapat menetapkan kapan harus mengakses fasilitas kesehatan. Ani juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi kesehatan yang diterima, terutama di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Dia mengingatkan tidak semua informasi yang beredar khususnya melalui media sosial dapat secara langsung diterima. "Penting untuk masyarakat mendapatkan informasi dari sumber yang resmi dan dapat dipercaya serta berbasis ilmu pengetahuan," kata dia. Merujuk data Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026, belum ditemukan kasus influenza tipe A yang dikategorikan sebagai superflu di DKI Jakarta.
sumber : Antara

2 hours ago
2














































