Bak IDF, Agen ICE Utusan Trump Tahan Bocah 5 Tahun, Anak-Anak AS Terguncang

1 hour ago 2

Pengunjuk rasa berkumpul dalam aksi menolak deportasi Muslim di Minneapolis, Minnesota, AS, 17 Januari 2026. Aksi ini sebagai bagian dari tindakan keras imigrasi federal yang melibatkan lebih dari 2.000 agen dari Border Patrol, Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan Homeland Security Investigations (HSI).

REPUBLIKA.CO.ID, MINNESOTA — Para petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menahan seorang anak laki-laki berusia lima tahun di Minnesota pada Selasa (20/1/2026) saat bocah tersebut pulang dari sekolah. Agen-agen tersebut membawa paksa anak tersebut bersama ayahnya ke pusat penahanan di Texas, menurut pejabat sekolah setempat.

Zena Stenvik, Kepala Distrik Sekolah di Columbia Heights dalam konferensi pers pada Rabu (21/1/2026) mengungkapkan, Liam Ramos, seorang bocah yang masuk di pendidikan anak usia dini (PAUD), diamankan bersama ayahnya ketika berada di halaman rumah mereka.

Liam, yang baru saja berulang tahun ke-lima, adalah satu dari empat anak dalam distrik sekolah tersebut yang ditahan oleh agen imigrasi federal selama gelombang penegakan hukum pemerintahan Donald Trump di wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir.

Menurut Stenvik, Liam dan ayahnya baru saja tiba di rumah ketika mereka diamankan. Stenvik yang langsung pergi ke rumah setelah mendengar penahanan tersebut mengatakan, mobil ayah Liam masih menyala saat ia tiba. Ketika itu, ayah dan anak itu telah ditangkap.

"Seorang agen mengeluarkan Liam dari mobil, membawanya ke pintu depan, dan menyuruhnya mengetuk pintu minta dibukakan — pada dasarnya menggunakan anak lima tahun sebagai umpan," kata Stenvik dalam pernyataan tertulis, untuk mengetahui apakah ada orang lain di rumah.

Stenvik mengatakan, seorang dewasa lainnya yang tinggal di rumah itu berada di luar selama kejadian dan memohon untuk menjaga Liam agar anak itu tidak ditahan, namun ditolak. Kakak laki-laki Liam, siswa sekolah menengah, pulang 20 menit kemudian dan mendapati ayah serta adiknya hilang. Dua kepala sekolah dari distrik tersebut juga datang untuk memberikan dukungan.

Read Entire Article
Politics | | | |