Bandung Pusat Ekonomi Kreatif, Teknologi Printer 3D Terus Dikembangkan

8 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Bandung sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Indonesia menjadi salah satu wilayah yang dinilai potensial untuk pengembangan teknologi printer 3D. Pemanfaatan teknologi tersebut terus diperkenalkan kepada masyarakat untuk mendukung kreativitas, edukasi, hingga pengembangan produk.

Country Head PT Tek Lab Indonesia, distributor produk Bambu Lab, Jeffry Rianto mengatakan, Bandung memiliki ekosistem kreatif yang kuat dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut mendorong pihaknya memperkenalkan teknologi printer 3D secara lebih luas kepada masyarakat Jawa Barat.

“Kami harap masyarakat tidak hanya membeli tapi juga melihat langsung, mencoba, berdiskusi, dan mendapatkan inspirasi untuk menciptakan sesuatu menggunakan printer 3D,” ucap Jeffry di sela-sela pembukaan creative hub di Urban Republic Dago, Kota Bandung, belum lama ini.

Menurut Jeffry, penggunaan printer 3D tidak hanya terbatas pada kalangan profesional dan industri tertentu. Perkembangan teknologi membuat printer 3D semakin mudah digunakan dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan.

“Printer 3D teknologi yang dapat dimanfaatkan semua kalangan. Kreativitas tidak memiliki batas,” kata dia.

Salah satu pemanfaatannya adalah untuk edukasi. Orang tua dapat menggunakan teknologi tersebut untuk mendorong kreativitas anak sekaligus mengalihkan perhatian dari gawai. “Handphone itu kan kurang produktif (bagi anak-anak),” kata dia.

Printer 3D juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin mengembangkan produk. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna membuat berbagai bentuk produk, seperti hiasan dan mainan, berdasarkan desain yang tersedia maupun desain sendiri.

Jeffry mengatakan, bahan baku printer 3D Bambu Lab telah disiapkan menggunakan filamen berbahan dasar biji jagung yang diklaim ramah lingkungan. Pihaknya menyediakan tiga tipe printer 3D di creative hub yang dapat digunakan masyarakat untuk melihat langsung proses pembuatan produk.

“Beberapa contoh (prototipe) yang dibuat ada kapal, ada mesin pesawat dan mainan lainnya, mainan basket,” kata dia.

Dalam penggunaannya, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Bambu Lab untuk memilih desain yang sudah tersedia atau membuat desain sendiri. Kemudahan tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengeksplorasi teknologi printer 3D sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas.

Ke depan, pihaknya akan menggelar workshop dan pelatihan serta menyusun kurikulum pembelajaran bagi pelajar SMK dan kelompok masyarakat lainnya. Produk Bambu Lab saat ini dijual dengan harga mulai Rp3 juta hingga Rp13 juta.

Read Entire Article
Politics | | | |