Dokter Bagikan Tips Lindungi Diri dari Kabut Asap Karhutla, Masker Aja Nggak Cukup

1 day ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di berbagai daerah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Jumat (21/8/2026), karhutla telah menyebar ke 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dari jumlah tersebut, sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota terpapar langsung oleh kabut asap. Bencana ini juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif sekaligus dosen di UMY, dr Nova Maryani mengatakan dampak asap kebakaran sangat bergantung pada tingkat dan durasi paparan. Oleh karena itu, paparan asap selama beberapa hari pun dapat memicu gangguan pernapasan pada orang yang sehat.

"Jika terpapar lebih dari dua hingga tiga hari, orang yang sehat pun bisa terkena. Paparan asap dapat memicu iritasi dan gejala infeksi saluran pernapasan atas. Selain itu, jika asap berlangsung berminggu-minggu, dampaknya akan semakin luas dan memicu lonjakan pasien," kata dr Nova dalam keterangan tertulis, dikutip pada Ahad (23/8/2026).

Nova menjelaskan asap kebakaran mengandung partikel berukuran sangat kecil. Selain partikulat halus, proses pembakaran juga menghasilkan pelbagai gas beracun. Salah satu gas yang paling berbahaya bagi tubuh adalah karbon monoksida (CO).

Karbon monoksida sangat berbahaya karena lebih mudah berikatan dengan hemoglobin darah dibandingkan oksigen. Akibatnya, jumlah oksigen yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Dengan demikian, dampak asap tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengganggu fungsi organ vital lainnya.

Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat. Gejala tersebut meliputi sesak napas yang kian parah, batuk berdarah, kesulitan beraktivitas, hingga warna bibir yang berubah menjadi kebiruan.

Untuk pencegahan, Nova mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan penggunaan masker semata. Hal ini disebabkan oleh ukuran partikel asap yang sangat kecil sehingga masih bisa terhirup ke dalam paru-paru.

"Oleh karena itu, perlindungan perlu dilengkapi dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, tutup jendela atau ventilasi saat asap pekat, serta gunakan air purifier berfilter HEPA jika tersedia," kata Nova. 

Read Entire Article
Politics | | | |