Baznas Dorong Daerah Perluas Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong seluruh Baznas di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui kolaborasi dengan dinas ketenagakerjaan di daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat akses penyandang disabilitas terhadap pelatihan, pendampingan, hingga penempatan kerja.

Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Mokhamad Mahdum mengatakan, kerja sama antara Baznas dan Kementerian Ketenagakerjaan perlu ditindaklanjuti di daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Kami meminta MoU antara Baznas dengan Kementerian Ketenagakerjaan diratifikasi. Kami juga meminta Baznas di seluruh Indonesia, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk mengalokasikan program bagi kaum difabel atau penyandang disabilitas,” ujar Mahdum dalam siaran persnya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Mahdum, penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai kendala untuk memasuki dunia kerja, mulai dari keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, rendahnya tingkat penerimaan di dunia usaha, hingga belum meratanya lingkungan kerja yang inklusif.

Karena itu, kolaborasi Baznas dan Kementerian Ketenagakerjaan diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas melalui pelatihan keterampilan, pendampingan, serta penempatan kerja yang disesuaikan dengan kompetensi peserta.

Mahdum mengatakan program tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menekankan pentingnya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan bebas diskriminasi.

Ia juga mengajak seluruh Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) memberikan contoh dengan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan kerja masing-masing.

“Baznas akan terus mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki untuk kemaslahatan umat, termasuk memberikan perhatian kepada kelompok penyandang disabilitas,” katanya.

Dalam program tersebut, Baznas RI menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta kepada 25 penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung pelatihan keterampilan, pendampingan intensif, serta fasilitasi penempatan kerja sesuai potensi penerima manfaat dan kebutuhan dunia usaha.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kolaborasi dengan Baznas menjadi salah satu langkah memperkuat upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Ini adalah inisiatif yang luar biasa. Ada satu amanat konstitusi yang harus kita perjuangkan, yaitu setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Atas dasar itulah kami hadir di sini,” ujar Yassierli.

Yassierli mengungkapkan, Kementerian Ketenagakerjaan baru memperoleh tambahan anggaran pelatihan dari Presiden Prabowo Subianto untuk sekitar 270 ribu peserta. Total anggaran pelatihan yang disiapkan mencapai Rp1,7 triliun dan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Pelatihannya gratis. Ini adalah upaya kita memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang,” katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |