Belasan Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Pelecehan dan Pemerkosaan oleh IDF

1 day ago 17

Sejumlah warga melakukan aksi mengecam penculikan aktivis Global Sumud Flotilla di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (22/5/3026).

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL – Panitia Global Sumud Flotilla mengungkap dugaan kekerasan berat yang dialami para peserta misi kemanusiaan tersebut setelah ditahan aparat Israel. Selain penghinaan dan kekerasan fisik, dilaporkan terjadi kasus pelecehan seksual hingga pemerkosaan.

Jurnalis Republika Bambang Noroyono yang ikut diculik mengungkapkan, ada sekitar 20 peserta yang dimintai keterangan di Istanbul soal terjadinya pemerkosaan terhadap para aktivis. “Perempuan dan laki-laki korbannya,” kata dia melaporkan dari Istanbul, semalam.

Ia menuturkan, seluruh peserta mengalami penggeledahan tanpa busana oleh pasukan Israel setelah dibawa ke Pelabuhan Ashdod kemudian ke Penjara Ketziot di wilayah yang diduduki Israel. Pada saat itu terjadi banyak pelecehan seksual oleh aparat Israel. 

Menurutnya, korban pelecehan tersebut tak sedikit dari negara-negara Eropa yang selama ini menjadi sekutu Israel. Sementara kekerasan verbal selama prosesi ini dialami kebanyakan peserta yang diculik Israel. Bambang Noroyono mengalami kekerasan verbal tersebut namun tak sampai kekerasan seksual secara fisik.

Luca Poggi, seorang ekonom Italia yang ditahan di armada tersebut, mengatakan kesaksian serupa kepada kantor berita Reuters. "Kami ditelanjangi, dilempar ke tanah, ditendang. Banyak dari kami disetrum, beberapa mengalami pelecehan seksual, dan beberapa tidak diberi akses ke pengacara."

Jaksa Italia sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan, termasuk penculikan, penyiksaan dan kekerasan seksual.

Dalam pernyataannya, panitia Global Sumud Flotilla menyebut sedikitnya terjadi 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, terhadap peserta flotilla.

Selain itu, sejumlah peserta dilaporkan ditembak menggunakan peluru karet dari jarak dekat. Panitia juga menyebut puluhan orang mengalami patah tulang akibat tindakan kekerasan yang dilakukan aparat Israel.

Read Entire Article
Politics | | | |