Bersama Aliansinya, Tetangga RI Kembangkan Senjata Bawah Laut Baru Tekan China

11 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat, Inggris, dan Australia mempercepat kerja sama pengembangan kendaraan bawah laut tanpa awak (uncrewed underwater vehicles/UUV) sebagai bagian dari pakta pertahanan trilateral AUKUS. Langkah tersebut dinilai memperkuat kemampuan militer ketiga negara di tengah meningkatnya rivalitas strategis dengan China di kawasan Indo-Pasifik.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan pengiriman sistem drone bawah laut itu akan dimulai pada 2027 sebagai bagian dari agenda pengembangan teknologi pertahanan canggih AUKUS.

Menurut pernyataan bersama ketiga negara, kendaraan bawah laut tanpa awak tersebut akan meningkatkan kemampuan pengintaian, serangan, peperangan anti-kapal selam, peperangan anti-kapal permukaan, penanggulangan ranjau laut, peperangan elektronik, hingga operasi di wilayah pesisir yang diperebutkan.

"Proyek unggulan ini akan menghadirkan serangkaian muatan UUV multi-misi yang sangat mudah beradaptasi yang dirancang untuk mendukung operasi bawah laut dan mempertahankan keunggulan kolektif kita di domain maritim," kata Hegseth di sela-sela Dialog Shangri-La di Singapura, Sabtu.

Program tersebut berada di bawah skema "Pilar Dua" AUKUS yang berfokus pada pengembangan teknologi militer generasi baru, termasuk kecerdasan buatan, komputasi kuantum, teknologi bawah laut, sistem hipersonik, dan kemampuan siber.

AUKUS dibentuk pada 2021 oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sebagai bagian dari upaya memperkuat keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik. Namun, Beijing berulang kali mengkritik pakta tersebut dan menilai AUKUS berpotensi memicu perlombaan senjata baru di kawasan.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan kerja sama tersebut akan mempercepat penyebaran teknologi tempur mutakhir bagi angkatan bersenjata ketiga negara.

"Hal ini akan dengan cepat memberikan pasukan kita teknologi medan perang tercanggih karena bersama-sama kita memproduksi berbagai sensor dan sistem senjata mutakhir untuk drone bawah laut," ujarnya.

Menurut Healey, sistem baru itu juga akan meningkatkan kemampuan ketiga negara dalam menghadapi ancaman terhadap infrastruktur bawah laut, termasuk kabel komunikasi dan jaringan pipa energi yang menjadi bagian penting ekonomi global.

Read Entire Article
Politics | | | |