BI Catat Transaksi QRIS Tap Capai Rp 28 Miliar hingga Akhir 2025

2 hours ago 2

Calon penumpang menempelkan ponsel ke mesin pemindai untuk membayar kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat (14/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan pesat penggunaan layanan pembayaran quick response code Indonesian standard (QRIS) Tap. Layanan QRIS Tap berbasis near field communication (NFC) tersebut mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 28 miliar hingga akhir 2025.

“QRIS Tap menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. QRIS Tap ini tumbuh pesat terutama untuk moda transportasi. Di Jabodetabek ada lima moda utama yang sudah menerima QRIS Tap, serta 26 angkutan di daerah,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, dikutip Kamis (22/1/2026).

Filianingsih mengungkapkan, data transaksi penggunaan QRIS Tap pada kuartal IV 2025 hampir mencapai 30 miliar secara nominal dengan pertumbuhan triple digit.

“Pada kuartal IV 2025, QRIS Tap memproses lebih dari 1,44 juta transaksi dengan nominal lebih dari Rp 28 miliar. Keduanya tumbuh sekitar 267 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq),” ujarnya.

Menurut Filianingsih, peningkatan signifikan penggunaan QRIS Tap didukung hadirnya fitur QRIS Tap In Tap Out. Dia menyebut berbagai inisiatif pengembangan layanan tersebut akan terus dilakukan, termasuk memperluas dukungan perangkat.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga dapat menerapkan penggunaan QRIS Tap tidak hanya untuk ponsel Android, tetapi juga Apple iOS,” tuturnya.

Diketahui, BI resmi meluncurkan layanan pembayaran QRIS Tap berbasis NFC pada Jumat, 14 Maret 2025. QRIS Tap diluncurkan sebagai inovasi untuk mempermudah pembayaran digital, yang memungkinkan pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin pemindai saat membayar belanjaan, KRL, dan MRT.

Read Entire Article
Politics | | | |