BNPB Salurkan Dana Tunggu Hunian Korban Bencana di Bireuen

2 hours ago 2

Salamah (42) dibantu anaknya Rizki (17) membangun hunian sementara di lahan rumahnya yang hanyut akibat banjir bandang di Kota Lintang, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (21/12/2025). Rumah yang dihuni oleh keluarganya ludes terbawa arus saat banjir bandang melanda kawasan tersebut. Sudah hampir satu bulan, Salamah tinggal di tenda pengungsian bersama penyintas lainnya. Kini Salamah memilih untuk mendirikan hunian sementara dari sisa puing-puing rumahnya lantaran alasan kesehatannya. Salamah berharap, pemerintah segera memberikan bantuan hunian sementara untuk para penyintas banjir bandang agar dapat kembali beraktivitas secara normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penyaluran Dana Tunggu Hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Bireuen, Aceh. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan warga selama masa transisi hingga hunian tetap selesai dibangun.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, berdasarkan pendataan sementara terdapat 2.646 rumah rusak berat di Kabupaten Bireuen. “Dana Tunggu Hunian diberikan mulai Desember 2025 hingga hunian tetap selesai dibangun, untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa transisi,” kata Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Besaran DTH yang diterima warga sebesar Rp600 ribu per keluarga per bulan. Hingga Selasa (20/1/2026), tercatat sebanyak 3.626 kepala keluarga telah mengajukan DTH. Dari jumlah tersebut, 2.646 kepala keluarga telah memiliki rekening DTH.

Sebanyak 915 kepala keluarga telah menerima transfer secara langsung. “Pada kunjungan kerja kemarin, sebanyak 1.731 kepala keluarga menerima transfer DTH. Sementara 980 kepala keluarga masih dalam proses verifikasi karena data by name by address belum sesuai,” kata Suharyanto.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat proses verifikasi data. Selain penyaluran DTH, BNPB juga menyerahkan bantuan kepada lembaga pendidikan keagamaan di Bireuen.

Bantuan tersebut meliputi peralatan ibadah, Al Quran, serta bantuan permakanan untuk mendukung aktivitas para santri. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Suharyanto menegaskan penyaluran bantuan dan pembangunan hunian pascabencana dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. BNPB memastikan seluruh proses penanganan terus berjalan hingga warga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |