Buka Kesempatan Bagi Kalangan Profesional, Kemenpora Janjikan Proses Seleksi Deputi Transparan

2 hours ago 3

Pengunjung memilih baju olahraga pada ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025). Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 kegiatan ini merupakan langkah strategis memperkuat arah pembangunan industri olahraga nasional. ISS 2025 ditujukan sebagai wadah kolaborasi lintas sektor antara pelaku olahraga, pemerintah, industri, serta generasi muda. Event ini akan menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem olahraga yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementrian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) membuka peluang bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kalangan profesional untuk ikut ambil bagian dalam memajukan industri olahraga Tanah Air. Caranya dengan mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.

Dengan membuka kesempatan bagi kaum profesional, diharapkan akan semakin banyak kandidat yang memiliki rekam jejak dan pengalaman. Ini agar sosok terpilih dapat memberikan kontribusi untuk memajukan industri olahraga yang bisa memberikan dampak simultan kepada seluruh aspek kehidupan.

Selain memberikan peluang bagi non-ASN untuk mendapatkan jabatan ini, Kemenpora juga menjamin proses seleksi berjalan secara terbuka, transparan, obyektif. Seleksi akan menjunjung tinggi prinsip meritokrasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

Dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2026), Kemenpora menyebutkan panitia seleksi yang dibentuk terdiri dari unsur profesional, akademisi dan pejabat yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi. Ini guna memastikan proses penilaian berjalan adil dan akuntabel.

Proses seleksi nantinya akan meliputi tahapan seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak jabatan, seleksi kompetensi manajerial, dan sosial kultural. Proses ini dijalankan dengan metode asessment center oleh lembaga yang terakreditasi.

Selanjutnya, kandidat juga diminta untuk menulis makalah dan paparan secara langsung dengan tema dan ketentuan yang disampaikan panitia seleksi pada saat penyusunan makalah dan bahan paparan. Setelah itu, ditutup dengan seleksi wawancara dengan panitia seleksi.

"Tentunya, setiap peserta dinilai berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas, dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan keterbukaan informasi," bunyi pernyataan Kemenpora tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |