Danantara Segera Tetapkan Pemenang Tender Proyek Sampah Jadi Energi

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Danantara Indonesia bakal mengumumkan pemenang tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau Waste to Energy (WTE) dalam waktu dekat. Proyek tahap awal tersebut mencakup empat lokasi, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Denpasar, dan Yogyakarta.

Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management Fadli Rahmanmengatakan, pengumuman mitra akan dilakukan setelah proses seleksi rampung pada pertengahan Februari 2026. “Empat kota ini akan kami umumkan siapa mitra kami setelah proses seleksi selesai dalam beberapa pekan ke depan. Setelah itu, groundbreaking direncanakan pada akhir Maret,” kata Fadli dalam konferensi pers Tenggara Strategics dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Ia menyebut proyek WTE menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mengurangi tekanan persoalan sampah perkotaan. Fadli menjelaskan, Indonesia menjadikan Cina dan Swedia sebagai rujukan dalam pengembangan proyek WTE. Menurutnya, kondisi awal Cina saat membangun PLTSa memiliki kemiripan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

“Pada 2023, Cina memiliki sekitar 700 PLTSa dan 80 persen menggunakan teknologi insinerasi dengan sistem yang sangat canggih,” ujarnya.

Teknologi yang digunakan mencakup penyempurnaan proses pembakaran dan sistem penyaringan emisi yang ketat. Fadli menyatakan proyek WTE Danantara akan mengadopsi teknologi serupa dengan standar lingkungan dan emisi yang lebih ketat dibandingkan standar Eropa.

“Ini akan lebih baik dibandingkan WTE yang sudah dibangun sebelumnya, bahkan melampaui standar Uni Eropa,” katanya.

Menurut Fadli, proyek WTE tidak hanya dinilai dari sisi ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan karena berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Pada tahap awal, WTE diharapkan dapat menekan beban sampah nasional secara signifikan. Ia memperkirakan dari 33 lokasi yang direncanakan, total kapasitas pengolahan sampah menjadi energi mencapai sekitar 50 ribu ton per hari. Namun angka tersebut masih sekitar 30 persen dari total timbulan sampah nasional yang mencapai 56,98 juta ton per tahun.

“Artinya, solusi ini hanya sebagian. Sisanya perlu ditangani dengan pendekatan lain seperti pemilahan, RDF, gasifikasi, dan metode pengolahan sampah lainnya,” ujar Fadli.

Danantara menilai pengembangan WTE perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu agar dampaknya terhadap lingkungan dan ketahanan energi dapat optimal.

Read Entire Article
Politics | | | |