Danantara Siap Genjot Investasi Lewat Rencana Patriot Bond Jilid II

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dikabarkan akan meluncurkan penerbitan obligasi patriotik atau patriot bond jilid II. Namun, pihak Danantara belum memberikan konfirmasi terkait rencana tersebut.

Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management Fadli Rahman mengaku belum dapat menanggapi kabar penerbitan patriot bond tersebut.

“(Soal) patriot bond saya tidak bisa menjawab, harus orang keuangan,” ujar Fadli saat ditemui usai konferensi pers Tenggara Strategics dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia terkait hasil kajian pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy/WTE) di Auditorium CSIS Indonesia, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Danantara dilaporkan akan menghimpun dana sebesar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp20 triliun melalui penerbitan patriot bond yang direncanakan pada paruh pertama tahun ini. Laporan Bloomberg menyebutkan, target obligasi tersebut menyasar para pengusaha sektor kelapa sawit serta pelaku usaha sektor lain yang belum berpartisipasi dalam patriot bond jilid I pada tahun lalu.

Modal tambahan tersebut rencananya akan digunakan Danantara untuk mendorong investasi, baik di dalam maupun luar negeri. Target penghimpunan dana Rp20 triliun tersebut lebih rendah dibandingkan penerbitan patriot bond jilid I yang mencapai Rp51,57 triliun dengan puluhan taipan bisnis tercatat sebagai investor surat utang tersebut.

Sebelumnya, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyampaikan bahwa patriot bond merupakan instrumen pembiayaan yang ditujukan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Menurut Pandu, inisiatif ini membuka ruang bagi kelompok usaha nasional untuk menyalurkan bentuk pengabdian kepada bangsa melalui kontribusi pada agenda pembangunan jangka panjang nasional.

“Danantara Indonesia berkomitmen menjalankan mandat sebagai pengelola investasi negara dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik,” ujar Pandu.

Ia menambahkan, setiap inisiatif pembiayaan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang sekaligus memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan nasional. Pandu juga menjelaskan bahwa patriot bond merupakan instrumen pembiayaan strategis yang lazim digunakan di berbagai negara, seperti Jepang dan Amerika Serikat, guna memperkuat kemandirian pembiayaan nasional.

“Melalui obligasi tersebut, negara memperoleh sumber pendanaan jangka menengah hingga panjang yang stabil, sementara pelaku usaha memiliki akses terhadap instrumen investasi yang aman dan bermanfaat bagi perekonomian nasional,” kata Pandu.

Read Entire Article
Politics | | | |